DPT Pilkada NTB Capai 3,5 Juta Pemilih

131
kali tampilan.
Ketua KPU NTB Aksar Ansori
Loading...

LOMBOKita – Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat menetapkan daftar pemilih tetap Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 sebanyak 3.511,890 jiwa pemilih yang tersebar di 10 kabupaten kota di provinsi itu.

“Jumlah tersebut menurun dari jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS), yaitu 3.545.106 jiwa,” kata Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori seusai rapat rekapitulasi DPT Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 di Mataram, Minggu.

Ia menjelaskan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ini tersebar di 166 kecamatan, 1.137 desa dan 8.336 tempat pemungutan suara (TPS) sesuai rincian pada formulir model A.3.4 KWK.

Rapat pleno pemutakhiran DPT tersebut dihadiri langsung oleh KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Bawaslu NTB, hingga penghubung pasangan calon.

Selain menetapkan jumlah DPT pada pilkada NTB yang berjumlah 3.511.890 jiwa. KPU NTB juga ditetapkan pemilih potensial non E-KTP sebanyak 23.235 jiwa yang tersebar di sembilan kabupaten kota.

Loading...

“Dalam satu bulan ini berhasil rekam KTP-e dan hanya sisanya sebanyak 23.235 jiwa saja yang belum terekam KTP-e,” katanya.

Ke depannya terkait dengan masih adanya pemilih potensial non KTP-e pihak KPU NTB akan berkoordinasi dengan Kemendagri melalui KPU RI agar nantinya pemilih potensial non KTP-e tersebut pada saat pilkada bisa memberikan hak pilih dengan tidak menghilangkan hak warga untuk menyalurkan haknya.

Karena itu, Aksar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas suksesnya pemutakhiran DPT Pilkada NTB 2018.

Ketua Bawaslu Nusa Tenggara Barat (NTB) M Khuailid mengatakan patut disyukuri proses rekap DPT di tingkat provinsi berjalan dengan baik.

“Proses yang sangat panjang tapi bisa mendapatkan kualitas DPT yang baik dari sebelumnya itu terbukti dengan tingkat validitas data itu kita dapatkan,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengatakan walaupun memang masih ada catatan didalam SIDALIH masih ditemukan yang ganda ada yang meninggal dunia itu bagian dari proses.

“Kami dari Bawaslu menindaklanjuti hasil pleno dan rekom beberapa hal yaitu pemilih potensi non KTP-e agar kemudian diupayakan terus punya identitas, lalu beberapa pemilih yang riil ditemukan pascapleno direkom nanti bisa masuk dalam daftar tambahan,” katanya.

Ia menambahkan, kalaupun ada temuan, dirinya mengingatkan harus dijaga karena terkait hak pilih warga negara. Terutama sisa 23 ribu lebih pemilih potensial non KTP-e untuk diberikan identitas oleh Dukcapil.

“Kami juga mengapresiasi pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dalam waktu singkat bisa menyelesaikan hak pilih yang sebelumnya berpotensi tidak punya hak pilih. Apresiasi ini juga kita berikan kepada penghubung dan penyelenggara pemilu atas partisipasi masyarakat mulai tinggi dalam mengawasi pemutakhiran data pemilih,” kata Khuwailid.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.