Dua Warga Kuta jadi Tersangka Penggergahan Lahan Sirkuit Mandalika

1039
kali tampilan.
Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP. Rafles P. Girsang / foto: Bohari/lombokita.com
Loading...

LOMBOKita – Dua orang warga Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan menjadi tersangka kasus penggergahan lahan sirkuit Moto GP Mandalika oleh penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah.

Kedua warga teesebut yakni Kepala Dusun (Kadus) Ujung Lauk, Desa Kuta, Abdul Mutalip (41) dan Usman (46) warga Dusun Ujung Desa Kuta Kecamatan Pujut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP. Rafles P Girsang menjelaskan, meski kedua warga itu telah menyandang status tersangka, namun tidak dilakukan penahanan karena dianggap tindak pidana ringan (Tipiring).

“Itu Tipiring, gak bisa ditahan dan menunggu putusan dari Pengadilan Negeri Praya,” kata Rafles dikonfirmasi wartawan, Sabtu (05/10/2019).

Kedua tersangka akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Praya minggu depan.

Kadus Ujung Lauk, Abdul Mutalip dan Usman dipanggil pada hari Senin (07/10/2019) oleh Penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk didengar keterangannya sebagai tersangka.

Sementara itu, Kadus Ujung Lauk, Abdul Mutalip mengaku sangat menyayangkan sikap penyidik Satreskrim Polres Lombok Tengah yang telah menetapkan dirinya bersama Usman sebagai tersangka kasus penggergahan lahan sirkuit Moto GP Mandalika.

“Pak Bupati sudah berjanji akan menyelesaikan permasalahan lahan eks jalan desa yang dipagar warga itu, dan siap membantu mencabut laporan polisi, tetapi kok sekarang seperti ini, saya dan Usman malah dijadikan sebagai tersangka,” kata Abdul Mutalip.

Abdul Mutalip mengatakan, kehadirannnya di lokasi lahan yang dipagari warga itu dalam kapasitasnya sebagai Kepala Dusun untuk mencegah terjadinya gesekan antarwarga.

“Ekh, malah saya yang dijadikan tersangka,” sesalnya.

Karena itu, Abdul Mutalip akan menempuh jalur hukum terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka tersebut.

“Saya akan tuntut balik, karena ini pencemaran nama baik. Dan sebagai warga negara yang taat hukum, saya akan datang memenuhi panggilan penyidik,” kata Abdul Mutalip.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.