Netralitas ASN, Bawaslu Loteng Panggil Nursiah dan Aswatara

742
kali tampilan.
Ketua Bawaslu Lombok Tengah, Abdul Hanan, SH
Loading...

LOMBOKita – Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah memanggil dua Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Kedua pejabat ASN yang dipanggil tersebut adalah H. Nursiah yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan Inspektur Inspektorat Lombok Tengah, Lalu Aswatara.

Kedua pejabat tinggi di daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura) tersebut disebut-sebut akan maju sebagai peserta kontestan Pemilukada Lombok Tengah mendatang.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Komisioner Bawaslu Lombok Tengah, Baiq Husnawati menjelaskan, kedua pejabat ASN itu menghadap ke Bawaslu Lombok Tengah untuk memberikan klarifikasi atas dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut, Rabu (1/7/2020).

Nursiah dan Lalu Aswatara diperiksa selama satu jam di Kantor Bawaslu Lombok Tengah. Nursiah diperiksa Ketua Bawaslu Abdul Hanan dan Aswatara diperiksa Komisoner Harun Azwari.

Loading...

Menurut Baiq Husnawati, Sekda H. Nursiah dan Inspektur Lalu Aswatara memberikan keterangan dibawah sumpah sebagai upaya bahwa apa yang disampaikan keduanya tidak dibuat-buat.

“Keterangan keduanya (Nursiah dan Aswatara, red) dituangkan dalam formulir A-7 dan ditandatangani diatas materai, baik oleh pemeriksa maupun terperiksa,” ungkap Husna.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lombok Tengah Abdul Hanan menambahkan, undangan klarifikasi akan disampaikan kepada seluruh ASN yang diduga melakukan pelanggaran netralitas dan dianggap cukup bukti terlibat politik praktis.

“Bawaslu tidak pandang bulu dalam menangani pelanggaran netralitas ASN ini. Jika terbukti melakukan politik praktis, akan kami panggil,” tegas Abdul Hanan.

Setelah proses klarifikasi ini, kata Hanan, kemudian akan dilanjutkan dengan pemanggilan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti.

“Jika hasil pemeriksaan dan berdasarkan keterangan saksi, kedua ASN itu memenuhi unsur pelanggaran, maka akan ditindaklanjuti ke Komisi ASN,” tandas Hanan.

Hanan juga menjelaskan, Bawaslu memanggil Nursiah dan Lalu Aswatara karena sejumlah baliho dan spanduk serta pemberitaan di media massa yang mengindikasikan keduanya akan maju sebagai calon kepala daerah pada Pilkada Lombok Tengah tahun 2020.

“Balaiho dan spanduk keduanya sebagai bakal calon kepala daerah sudah terpasang dimana-mana, sementara mereka masih berstatus ASN,” papar Abdul Hanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.