Dukungan Politik KNPI Lotim Sepihak, Eko: Itu Keputusan Ceroboh

201
kali tampilan.
Ketua I DPD KNI Lotim Eko Rahadi

LOMBOKita – Tindakan DPD KNPI Lombok Timur kubu Taufik Hidayat yang mengarahkan dukungan politik kepada salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur pada Pilkada serentak mendatang menuai kecamatan jajaran pengurus.

Ketua I DPD KNI Lotim Eko Rahadi menegaskan, keputusan mendukung salah satu pasangan calon itu merupakan tindakan ceroboh dan gegabah, alias keputusan tanpa memikirkan dampak kelangsungan KNPI bersama seluruh OKP yang ada di Lombok Timur.

“Keputusan KNPI Lotim mendukung salah satu pasangan calon merupakan tindakan ceroboh yang akan merugikan KNPI,” tegas Eko Rahardi di Selong, Jumat (9/2/2018).

Eko juga menegaskan, dukungan politik itu dilakukan secara sepihak tanpa melalui rapat ataupun musyawarah yang melibatkan jajaran pengurus lainnya.

“Mana buktinya pernah ada rapat. Saya selaku pengurus saja tidak pernah ada pemberitahuan apalagi undangan untuk rapat pengambilan keputusan itu,” tandas Eko Rahadi.

Bahkan, menurut Eko, di jajaran pengurus pun beda pilihan dan dukungan. Karena itu, jika ada pengurus yang mendukung salah satu pasangan calon, jangan mengatasnamakan lembaga. Sebab, KNPI itu bukan lembaga politik, melainkan wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan.

“KNPI itu seharusnya urus pemuda sesuai khittahnya, jangan ikut-ikutan ngurus politik. Kalau mau mendukung, silakan secara pribadi, jangan membawa nama lembaga,” kata Eko.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Bidang Advokasi DPD KNPI Lotim, Sayadi, SH. Dia menegaskan, jangan sampai ada pengurus yang menjual-jual nama lembaga KNPI jika belum ada kesepakatan bersama jajaran pengurus lainnya.

“Jangan sampai wadah KNPI ini digeret ke salah satu paslon tanpa ada kontrak politik yang jelas, karena akan merusak tatanan berorganisasi dalam kepemudaan,” tegasnya.‎


Baca berita terkait:

Dukung Calon Bupati, KNPI Lotim Dianggap Bahayakan OKP

Sementara itu, Pengurus BKPRMI Lombok Timur, M. Ihsan Darma Santosa yang juga pengurus DPD KNPI Lotim menegaskan dirinya tidak pernah ikut dalam rapat penentuan arah dukungan politik, karena tidak ada undangan.

Begitu juga dengan BKPRMI yang menjadi bagian dari KNPI, menurut Ihsan, bukan organisasi politik, sehingga tidak mungkin untuk ikut terlibat dalam politik praktis. Karena masalah dukung mendukung dalam kontestasi program kerja.

“Jangan merusak nama KNPI hanya gara-gara mendukung salah satu paslon, apalagi semua OKP dan pengurus berasal dari berbagai kalangan yang tentu berbeda dukungan politik,” tegasnya.