Ratu Ganefi Minta Pemerintah Atur Harga Cabai

Ekonomi
Typography

LOMBOKita - Anggota DPD RI Hj Baiq Diah Ratu Ganefi meminta pemerintah mengeluarkan peraturan penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen untuk meredam gejolak harga cabai di pasaran.

"Kita meminta pemerintah juga mengatur harga cabai seperti halnya komoditas padi, jagung dan juga bawang merah," kata Diah Ratu Ganefi di Mataram, Rabu.

Ia menegaskan, meski pemerintah tidak bermain di cabai, namun dengan kondisi seperti saat ini, sudah seharusnya pemerintah turun tangan tangan agar bisa mengendalikan harga cabai.

"Dengan demikian diharapkan tidak ada gejolak di masyarakat," katanya.

Ia mengatakan tidak bisa dipungkiri, tanaman cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat selain komoditas beras.

"Makanya kita ingin ada pengaturan harga terkait cabai ini. Karena, kalau cabai tidak diatur, maka seperti ini kenaikannya," ujarnya.

Untuk itu, anggota DPD dari dapil NTB ini berharap pemerintah serius mengatur komoditas yang dibutuhkan masyarakat, seperti cabai serta komoditas bahan pokok lainnya.

"Kalau kita berikan solusi, jangan juga masyarakat hanya diminta tanam cabai. Tetapi perlu juga ada solusi terkait aturan harga cabai baik di tingkat petani dan konsumen," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB Husnul Faozi mengatakan harga cabai di daerah ini terus merangkak naik hingga menembus angka Rp115 ribu per kilogram.

"Dua hari lalu harga cabai Rp85 ribu, naik lagi menjadi Rp95 ribu per kilogram, kemudian selang sehari naik lagi menjadi Rp115 ribu perkilogram," katanya.

Menurut Husnul Faozi, tingginya harga cabai itu akibat mekanisme pasar, tidak terkait dengan ketersediaan. Sebab, NTB merupakan daerah surplus cabai.

Produksi cabai di NTB mencapai 105 ribu ton per tahun dari total luas areal 5.800 hektare dengan wilayah terluas berada di Kabupaten Lombok Timur 4.800 hektare.

"Naiknya harga cabai salah satunya karena banyak dikirim ke luar daerah, seperti Jakarta, yang menyebabkan persediaan berkurang," katanya. (ant)