Eks PSK Dolly Pindah ke Lombok?

1167
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kepala Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Lalu Badaruddin mengaku mulai meresahkan keberadaan wanita pekerja seks komersial yang kini mulai berkeliaran di desa yang dipimpinnya.

Lalu Badaruddin bahkan menduga, wanita penjaja “daging mentah” itu merupakan eks PSK Dolly Surabaya yang sejak beberapa waktu lalu ditutup oleh pemerintah setempat.

Dimana para terduga PSK itu tinggal?, Kepala Desa Kuta menyebut mereka tinggal di sejumlah kos-kosan yang ada di wilayah Kuta, dan kerap pindah-pindah tempat kontrakan.

“Mereka (para wanita PSK) itu mengontrak kos-kosan secara pindah-pindah sehingga terkesan sebagai turis pengunjung di kawasan pantai Kuta,” ucap Lalu Badaruddin.

Karenanya, Lalu Badaruddin meminta kepada jajaran aparat keamanan, baik TNI. Polri maupun Satuan Pamong Praja untuk segera melakukan razia di kawasan wisata Kuta, khususnya kos-kosan.

Keberadaan PSK itu, kata Lalu Badaruddin, jelas meresahkan masyarakat di kawasan pantai Kuta yang kini sedang tahap pembangunan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Resort.

“Jangan sampai keberadaan mereka (PSK) itu mempengaruhi tatanan kehidupan sosial masyarakat di Desa Kuta. Karena itu harus segera dicegah sejak dini,” ungkap Lalu Badaruddin.

Pemerintah Desa Kuta sendiri, menurut Lalu Badaruddin, telah membuat lembaga perlindungan anak yang bekerjasama dengan sejumlah NGO untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kasus prostitusi di daerah wisata andalan Lombok Tengah itu, sehingga obyek wisata Kuta tetap menjadi pariwisata yang layak untuk anak.

Kepala Dinas P3AP2KB Hj Baiq Maesarah menerangkan, pihaknya terus menggalakkan program desa layak anak dan pencegahan eksploitasi anak bekerjasama dengan NGO dan lembaga pemerihati anak lainnya.

“Kita terus melakukan langkah antisipasi dini dan deteksi dini,” tungkas ibu berparas cantik ini..

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah dari Fraksi PKS, H Ahmad Supli merasa prihatin atas dugaan maraknya PSK yang berkeliaran di kawasan pantai Kuta.

“Kalau itu benar, kami sangat prihatin. Dan harus segera dicegah sebelum merusak moral dan akhalk generasi muda kita,” kata Supli.

Politisi yang juga praktisi hukum di Lombok Tengah ini meminta pemerintah daerah melalui leading sektor terkait untuk segera merespon apa yang disampaikan Kepala Desa Kuta itu. Bila perlu segera bentuk tim terpadu untuk melakukan penertiban.

“Jangan menunggu korban dulu baru bertindak. Benar atau tidak apa yang disampaikan Kepala Desa Kuta itu harus segera ditindaklanjuti. Saya yakin tidak mungkin seorang kepala desa berbicara tanpa ada laporan dari warganya,” kata H. Ahmad Supli.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.