Farouk Ingatkan Polisi Usut Kasus Bawang di Sembalun

113
kali tampilan.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Farouk Muhammad
Loading...

LOMBOKita – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Farouk Muhammad mengingatkan Polda NTB untuk proaktif mengusut dugaan penyimpangan pengadaan benih bawang putih lokal tahun anggaran 2017 di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

“Dalam persoalan ini Polda NTB harus banyak mencari di lapangan, harus proaktif. Disini, fungsi deteksi dininya harus lebih ditingkatkan,” kata Farouk Muhammad kepada wartawan di Mataram, Kamis.

Sebagai mantan Kapolda NTB, Farouk Muhammad berharap kepolisian setempat mampu mengusut dugaan keterlibatan oknum Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur maupun Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab dalam pendistribusian bibit bawang putih di Sembalun.

Farouk berharap kelompok tani agar membantu kepolisian mengungkap fakta dalam proses pendistribusiannya yang dikeluhkan tidak sesuai dengan jatah.

“Kalau memang kelompok tani punya buktinya, laporkan saja,” ujarnya.

Loading...

“Seperti kasus-kasus bawang yang ada di Bima, itu sempat kita dorong sampai ke KPK. Tapi mungkin saja sekarang mereka masih berupaya mengumpulkan bukti-buktinya,” ucap Farouk Muhammad.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin sebelumnya mengatakan bahwa timnya masih berupaya mengumpulkan data dan keterangan terkait informasi perbuatan melawan hukum dalam dugaan penyimpangannya.

Upaya tersebut telah dijalankan sejak pertengahan Mei lalu dengan menemui sejumlah pihak yang berkaitan dengan pendistribusian bantuannya, mulai dari kalangan petani bawang putih sampai kepada pejabat Dinas Pertanian Lombok Timur.

Diduga ada 350 ton benih bawang putih lokal yang didistribusikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017.

Namun pada saat pendistribusian bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani tidak mendapatkan jatah sesuai data.

Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali mendapatkan jatah.

Ketua Kelompok Orong Sorga, Sinawarni menduga kondisi yang terjadi di wilayahnya itu disebabkan oleh lemahnya pengawasan dari pihak pemerintah, baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur maupun Dirjen Hortikultura Kementan RI.

“Jadi pemerintah ini hanya melaksanakan tugas begitu saja, datang dan cek dimana lahan perusahaan. Setelah mendapatkan verifikasi di lapangan, mereka balik, tugas selesai,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.