Gerayangi Tubuh Santri, Pimpinan Ponpes Ini Dikerangkeng

8481
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Pimpinan Pondok Pesantren Al Abror Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, TGH. AB ditangkap penyidik Reskrim Polres Lombok Timur,Sabtu (21|7).

Pimpinan ponpes ini diduga telah “menggerayangi” bagian sensitif dua orang santrinya saat sedang tidur.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku langsung diamankan ke Polres Lotim guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.ik saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pimpinan Ponpes Al Abror Kesik tersebut. Karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap dua santrinya yang tinggal di asrama Ponpes tersebut.


Berita terkait:

Loading...

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, kemudian petugas langsung menangkap pimpinan Ponpes tersebut,” tegas Joko Tamtomo.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus dugaan pencabulan oknum pimpinan ponpes tersebut bermula dari salah seorang santrinya yang menjadi korban melaporkan kasus perbuatan tidak senonoh yang dilakukan pimpinan ponpes tersebut.

Setelah kabur dari asrama ponpes, santriwati itu menceritakan kejadian yang dialami kepada ibunya.

“Kejadiannya pada Jumat malam (20|7) dimana kedua santrinya sedang tidur di kamar asrama,” kata Kasat Reskrim.

Pimpinan ponpes ini, kata Kasat Reskrim, awalnya hendak membangunkan santri untuk sholat malam. Namun saat membangunkan itu dengan dengan meraba, meremes dan memasukkan tangannya ke dalam baju santrinya sampai terbangun dan keget.

Mantan Kasat Reskrim Lobar ini mengatakan, untuk menghilangkan jejak agar tidak diketahui perbuatannya, ustaz pimpinan ponpes itu berusaha mengancam santrinya agar tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun.

Bahkan pimpinan Ponpes itu menutupkan santrinya pintu asramanya, agar tidak bisa keluar. Akan tapi salah seorang santri meminta ijin keluar dengan alasan untuk membeli obat di luar Ponpes.

Setelah keluar, santriwati itu langsung pulang dan menceritakan perbuatan cabul pimpinan ponpes itu kepada ibunya.

“Dalam kasus itu dikenakan UU perlindungan anak,karena melakukan tindakan asusila terhadap anak dibawah umur,” tegas Kasat Reskrim.

Comments are closed.