Plt. Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham (kanan) membacakan dan menyerahkan surat dukungan ke Suhaili-Amin

LOMBOKita – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Barat H. Moh. Suhaili Fadil Tohir – H. Moh. Amin melakukan deklarasi bersama tiga partai koalisi yakni Golkar, Nasdem dan PPP.

Masing-masing partai pengusung ini membacakan dan menyerahkan Surat Keputusan DPP kepada pasangan “Kanggokm Tadah” ini di Bencingah Adiguna Praya, Kamis (7/12/2017).

Acara deklarasi yang dirangkai dengan tabligh akbar dan istighosah ini dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, fungsionaris dan pengurus partai pengusung serta ribuan massa pendukung pasangan Suhaili-Amin yang memadati Alun-alun Tastura Praya.

Plt Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham yang juga hadir pada kesempatan itu menegaskan, dukungan yang diberikan Golkar kepada Suhaili-Amin ini merupakan keputusan konstitusional, keputusan lembaga yang bersifat final dan berdasarkan aspirasi masyarakat yang diserap oleh Partai Golkar.

“Meski terjadi dinamika di tingkat pusat, namun keputusan ini tidak akan bisa berubah karena ini bukan kemauan perorangan, tetapi keputusan partai dan lembaga,” tegas Idrus Marham.

Diakui Idrus Marham, memang sebelum acara deklarasi ini banyak suara-suara sumbang yang terhembus terkait arah dukungan Partai Golkar. Tetapi itu merupakan cerminan Partai Golkar yang penuh demokrasi. Semua kader dan simpatisan sekali pun berhak mengeluarkan pendapat. Namun setelah adanya surat keputusan ini, maka semuanya harus patuh dan tunduk melaksanakan keputusan bersama.

“Seluruh pengurus maupun kader partai Golkar yang ada di Nusa Tenggara Barat diperintahkan untuk mengamankan keputusan partai ini, mengawal dan berjuang mengikhtiarkan Suhaili-Amin hingga meraih kemenangan untuk memimpin NTB lima tahun mendatang,” ucap Idrus Marham.


berita terkait: Suhaili Pimpin Doa, Amin Mengamini

Idrus Marham juga menjelaskan alasan Partai Golkar mengusung pasangan Suhaili-Amin untuk pilkada NTB yang akan datang. Dia menyebutkan, keputusan Suhaili-Amin lantaran respon masyarakat arus bawah cukup luar biasa kepada Suhaili dan Amin.

“Respon masyarakat itulah yang kami tindaklanjuti. Sebab, suara Golkar adalah suara rakyat, dan suara rakyat adalah suara Tuhan,” sebut Idrus Marham berapi-api.

Alasan lain memilih Suhaili-Amin, kata Idrus Marham, karena kiprah H. Moh. Suhaili selama menjadi Bupati dua periode di Lombok Tengah tidak diragukan lagi, berbagai prestasi mampu diraih, baik tata kelola pemerintahan maupun tata kelola keuangan daerah sehingga mampu meraih opini WTP dari BPK RI berturut-turut lima kali.

Demikian pula dengan H. Moh. Amin yang kini juga menjadi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat mendampingi TGH Muhammad Zainul Majdi. Kiprah dan prestasi yang sangat luar biasa. Tidak mungkin seorang gubernur bisa berhasil membangun daerah jika tanpa keterlibatan Wakil Gubernur dan para jajaran SKPD.

Suhaili-Amin, menurut penilaian Idrus Marham, benar-benar memimpin dengan hati, membangun reputasi dan citra baik di tengah-tengah masyarakat dengan prestasi. “Ini harus dipertahankan, dan kami anggap layak untuk memimpin NTB,” tandas Idrus Marham.

Pada acara deklarasi ini, tidak terlihat pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sejak awal terlihat intens mengusung pasangan Suhaili-Amin. Pada acara deklarasi Suhaili-Amin pertama akhir September 2017 lalu, PKB bergandengan bersama Golkar dan Nasdem untuk mengusung Suhaili-Amin. Namun saat deklarasi pembacaan SK DPP ini, PKB malah tidak terlihat. Yang muncul malah PPP.

Komentar Anda