Jalan desa di sekitar Gunung Sasak / foto: explore lombok

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akan menjadikan Gunung Sasak sebagai destinasi wisata baru yang diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Segera akan kita resmikan sebagai destinasi wisata alam yang baru dan rencananya akan dibangun rukyatul hilal di atasnya,” kata Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, di Lombok Barat, Senin.

Gunung Sasak adalah kawasan hutan lindung yang berada di wilayah administratif Kecamatan Kuripan, dan Kecamatan Gerung.

Fauzan menyatakan keseriusannya menjadikan industri pariwisata sebagai produk terdepan di wilayahnya. Secara bertahap pembenahan dan inovasi terus dilakukan.

Ia juga menekankan agar potensi lokal untuk kebutuhan wisatawan terus ditingkatkan, salah satunya Gunung Sasak yang memiliki keunggulan dan keindahan alam tersendiri.

“Kebutuhan wisatawan harus disiapkan 50 persennya dari potensi lokal sebagai penunjang dan daya tarik wisatawan, seperti fasilitas pendukung, kuliner dan kebutuhan lain agar wisatawan betah untuk berlibur,” ujarnya.

Selain Gunung Sasak, Kabupaten Lombok Barat juga memiliki “kampung kreatif” dengan unggulan wisata hutan, yakni Desa Sesaot, Desa Pakuan dan Desa Buwun Sejati, Ketiganya disebut sebagai “Desa Sekawan Sejati”.

Fauzan mengatakan, salah satu desa, yakni Desa Buwun Sejati, secara resmi mengenalkan konsep desa wisata kepada masyarakat.

Sebanyak lima dusun di desa itu memiliki potensi masing-masing. Ada poteni seni budaya, kerajinan tangan dan lain sebagainya.

Selain dapat menikmati keindahan alam dan budaya Lombok, lanjut dia, para wisatawan juga dapat menyaksikan wujud toleransi beragama yang dijalankan oleh warganya.

“Desa Buwun Sejati memang kaya potensi. Saya yakin desa itu akan maju dan berkembang jika dibangun dengan kebersamaan dan semangat yang tinggi dari masyarakat,” katanya.

Dengan memanfaatkan potensi lokal, Fauzan optimis target kunjungan wisatawan pada 2018 sebanyak 900 ribu orang akan tercapai. Target tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 600 ribu orang dengan realisasi mencapai 730 ribu wisatawan.