Guru Madrasah Cuma Terima Rp50 Ribu, Ini Kata Ketua KKM Kayangan

142
kali tampilan.

LOMBOKita – Ribuan guru madrasah di Kabupaten Lombok Utara menginginkan agar anggaran Bosda dari APBD kabupaten ditambah. Pasal, selama ini guru madrasah banyak yang mendapatkan gaji hanya Rp50 ribu sebulan.

Hal itu diungkapkan Junaidi, Ketua KKM Kayangan saat Rekerda AGTKH KLU.

Jumlah guru madrasah yang telah didata oleh Ketua KKM Lombok Utara, menurut Junaidi, sebanyak 1.150 orang karena data terakhir tahun 2017 lalu, jumlah guru madrasah tercatat 1.024 orang.

Dari jumlah tersebut, katanya, guru yang tercatat menerima Bosda tahun 2016 sebanyak 971 guru, namun tahun 2017 berkurang menjadi 871 guru.

“Kami tidak tahu pada tahun 2018 ini berapa orang guru yang akan menerima Bosda dari pemerintah daerah untuk guru madrasah,” ungkap Junaidi.

Junaidi mengungkapkan, jika dibagi rata per guru hanya bisa mendapatkan Rp200 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan, namun dari sisa yang tidak tercatat sebagai penerima Bosda, para guru itu hanya menerima Rp50 ribu per bulan.

Guru madrasah saat ini, sebut Junaidi, tidak mempunyai pendaptan lain selain mengharapkan dari Bosda, sementara dana bos hanya beberapa persen saja diperuntukkan untuk gaji guru, apalagi tunjangan fungsional saat ini sudah dihapus sejak tahun 2017 lalu

Junaidi berharap agar pemerintah daerah melalui pemangku amanah terkait agar kiranya dana Bosda di Kabupaten Lombok Utara bisa ditambah, karena visi misi pemerintah daerah adalah penididkan yang berkeadilan.