Guru Negeri Di Lotim Resah, Dibalik Rencana Bupati Potong TKD Guru

209
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita –  Kalangan guru di Lombok Timur mengaku resah dengan adanya isu, rencana Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy yang akan melakukan pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD)guru negeri yang sudah bersertifikasi sebesar Rp 250 ribu setiap bulannya dari jumlah Rp 500 ribu setiap bulan. Dengan rencana pemotongan dilakukan mulai bulan Juli 2019.

” Kok ada rencana Pemda Lotim untuk melakukan pemotongan TKD guru,sementara PNS tidak di potong, hal ini jelaa memunculkan keresahan dan peroalan dikalangan guru,” keluh para guru di Lotim yang enggan disebutkan namanya.

Sehingga kalangan gurupun mempertanyakan rencana ini kepada Bupati Lotim dan Wakil Bupati Lotim mengenai pemotongan TKD guru yang bersertifikasi, dilain pihak para Pegawai Negeri Sipil (PNS) justru tidak dilakukan pemotongan TKD.ini namanya tidak adil, apalagi pemerintahan saat ini baru beberapa bulan menaikkah TKD PNS dan guru negeri di Lotim.

Kemudian tiba-tiba Bupati Lotim, HM. Sukiman Azmy  berencana mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pemotongan TKD guru negeri. Karena baru beberapa bulan saja menaikkan TKD dari sebesar Rp 250 ribu perbulan menjadi Rp 500 ribu perbulan, lalu ditengah perjalanan melakukan pemotongan dengan kembali pada posisi awal. .

 ” Kalau tidak salah menaikkan TKD itu merupakan janji politik pemerintahan saat ini dalam Pilkada,namun kenapa kemudian ada rencana untuk melakukan pemotongan TKD guru,untuk kemudian digunakan membayar gaji tenaga honda yang diangkat di Lotim,” kata para guru penuh tanya.

Loading...

Ditempat terpisah anggota DPRD Lotim,Daeng M.Ihsan mengaku kaget dengan adanya informasi yang diperoleh dari kalangan guru mengenai adanya rencana pemotongan TKD bagi guru negeri di Lotim. Karena seharusnya Bupati Lotim meningkatkan TKD guru lebih besar lagi, bukan malah dilakukan pemotongan seperti informasi yang berkembang saat ini.

” Kalau ingin mensejahterakan guru maka harus ditambah TKD-nya, bukan malah melakukan pemotongan yang tentunya dikhawatirkan akan mengundang reaksi keras dari kalangan guru nantinya, kalau memang benar terjadi,” tegas Daeng.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, HM.Zainuddin dan Sekretaris, Huzaifah sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi meskipun telah berusaha untuk menghubungi melalui watshap maupun via telpon.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.