H Najamudin Datangi Polres Pertanyakan Laporannya

85
kali tampilan.

LOMBOKita – Mantan Calon Wakil Bupati Lombok Timur, H.Najamuddin Moestopa mendatangi Mapolres Lotim,Kamis (13|7). Guna mempertanyakan kelanjutan kasus yang telah dilaporkan ke Mapolres Lotim terhadap kasus dugaan perbuatan yang tidak menyenangkan dilakukan Cabup Lotim terpilih, HM.Sukiman Azmy terhadap mantan Cawabup Lotim,H.Najamuddin melalui pesan singkat pribadinya.

Kedatangan mantan cawabup Lotim H,Najamuddin Moestopa tersebut tanpa ada pengawalan. Dengan langsung diarahkan masuk ke ruangan Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman, S.ik. Kemudian dilakukan pertemuan tertutup di ruangan Kapolres yang diterima Kapolres Lotim bersama Kasat Reskrim, AKP Joko Tamtomo.

Kurang lebih sekitar 20 menit berada di ruangan Kapolres Lotim,mantan Cawabup Lotim, H,Najamudin keluar dari ruang Polres Lotim. Kemudian di cegat media massa yang sudah menunggu di ruang tunggu Polres Lotim.

” Saya datang ke sini untuk mempertanyakan kasus yang telah saya laporan tersebut,” kata Najamuddin.

Ia menjelaskan dalam pertemuan ini Kapolres Lotim berjanji tetap akan memproses kasusnya. Karena sudah masuk dalam laporan yang tentunya harus ditindaklanjuti.

Bahkan tidak itu saja Kapolres mengatakan kalau hari senin atau selasa akan melakukan pemanggilan terhadap Cabup terpilih. Termasuk juga akan mendatangkan ahli mengenai masalah yang dilaporkan.

” Pak kapolres bilang kalau hari senin atau selasa sudah ada perkembangan,” kata Najamuddin mengutip perkataan Kapolres Lotim.

Mantan Ketua DPW PKB NTB menambahkan dirinya hanya menginginkan kebenaran dan keadilan saja.Guna membuktikan dirinya salah ataukah tidak sebagaimana apa yang dikatakan Cabup terpilih di pesan singkat pribadinya.

Karena dirinya dengan tulus ihlas menyampaikan ucapan selamat,namun malah dibalas dengan kata-kata yang sangat menyinggung pribadinya.

” Salah dan benarnya kita akan buktikan di pengadilan nantinya,makanya saya tidak mau hentikan kasus ini tetap berlanjut,” tandasnya.

Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman,S.ik mengatakan pihaknya tetap akan memproses kasusnya,karena adanya laporan dari masyarakat untuk ditindaklanjutinya sesuai aturan yang ada.

” Kami akan datangkan tim ahli nantinya untuk menentukan kasusnya,apakah masuk dalam kategori pencemaran nama baik,perbuatan tidak menyenangkan ataukah UU ITE,” tandasnya.