Hanya Ada di Lombok Utara, Puskesmas Ramah Anak

180
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kabupaten Lombok Utara saat ini menjadi Kabupaten satu-satunya di NTB yang tercatat memiliki puskesmas ramah anak, yakni dengan menunjuk Puskesmas Tanjung. Sebab, lokasi, sarana dan prasarananya yang telah memenuhi persyaratan.

Puskesmas ramah anak ini wujud memenuhi hak dan melindungi anak terhadap kontaminasi gangguan kesehatan saat berkunjung ke Puskesmas

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar didampingi Sekretaris Daerah H Suardi melakukan launching Puskesmas Ramah Anak, UPT BLUD Puskesmas Tanjung, Jumat (22/6/2018).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua PKK KLU Hj Rohani Najmul Akhyar, Ketua GOW KLU Nani Triana Cahyani Sarifudin, Kadis Kesehatan Khaerul Anwar MKes, Camat Tanjung Drs Syamsudin, Kepala Bank NTB Cabang Pembantu Tanjung, Parakepala OPD KLU serta Paradokter dan Perawat Puskesmas Tanjung.

“Launching Puskesmas Tanjung sebagai puskesmas ramah anak tercatat menjadi satu-satunya di KLU bahkan di Provinsi NTB. Di Indonesia, baru hanya 10 persen saja puskesmas yang bisa dikategorikan puskesmas layak anak,” ungkap Kadis Kesehatan KLU Khaerul Anwar MKes.

Loading...

Puskesmas Tanjung jelasnya merupakan puskesmas dengan kunjungan terbanyak diantara delapan puskesmas yang ada di Lombok Utara, kurang lebih setiap hari ada 150 kunjungan dan rata-rata membawa anak.

Dalam mendukung sarananya Dinas kesehatan menjalin sinergitas dengan instansi terkait, dimana kata Khaerul fasilitas di dapat dari bantuan Dispora yakni berupa alat peraga edukatif (APE) dan Dinas Sosial yang memberikan bantuan.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyampaikan dengan hajat ini terpenehui maka puskesmas Tanjung telah menjamin adanya kenyamanan bagi anak-anak yang bekunjung dari gangguan kesehatan disekitar, Tujuan dari Puskesmas Ramah Anak jelasnya adalah bagaimana memproteksi anak-anak supaya dampak negatif, bisa ditekan sedini mungkin. Konsep ini juga sama dengan RSUD Tanjung yang menggagas adanya PAUD, sehingga disana ada proses pembelajaran dan anak tidak ikut masuk ke ruangan rumah sakit.

“Supaya anak-anak tak merasa kehilangan hak-hak belajarnya,” beber Najmul.

“Saya apresiasi untuk Dinas Kesehatan, Dispora dan Dinas Sosial yang telah berkolaborasi dalam proses terwujudnya Puskesmas Ramah Anak ini. Saya berharap kedepan ada puskesmas lain yang mengikutinya,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.