Harga Terpal Meroket, Disperindag Tak Bisa Berbuat Apa-apa

84
kali tampilan.

LOMBOKita – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Timur tidak bisa berbuat apa-apa atas meroketnya harga terpal di pasaran yang cukup mencekik.Apalagi dalam kondisi musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok pada umumnya dan Lotim pada khususnya.

” Memang kami akui kalau harga terpal naik,tapi tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Kepala Dinas Perindag Lotim, H.Teguh Sutrisman saat dikonfirmasi media ini.

Ia menjelaskan kenaikan harga terpal tentu disebabkan karena Stock yang ada sangat terbatas. Sedangkan pada satu sisi kebutuhan masyarakat sangat tinggi untuk membeli terpal tersebut.

Apalagi saat kondisi seperti gempa bumi saat ini para korban gempa sangat membutuhkan terpal untuk digunakan di lokasi pengungsian tersebut.

” Disperindag Provinsi juga tidak bisa mencegah kenaikan harga terpal maupun kebutuhan lainnya yang dibutuhkan para pengungsi korban gempa,apalagi di Lotim,” ujarnya.

Sementara saat ditanya mengenai operasi pasar apakah akan dilakukan,terkait dengan kenaikan harga terpal maupun kebutuhan lainnya yang melonjak drastis, Kadis Perindag Lotim, mengaku belum ada rencana kearah itu,karena kenaikan ini merupakan karena stok bahan atau barang yang terbatas.

Sementara kebutuhan masyarakat yang membeli sangat tinggi. ” Ini namanya hukum pasar,akan tapi pihaknya tetap meminta para pedagang untuk tidak menaikkan dalam kondisi kita sedang terkena musibah,” tandas Teguh Sutrisman.

Sementara itu Plt Camat Pringgebaya, Ahmad Masfu’ membenarkan kalau harga terpal,air, indomie mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Seiring dengan terjadinya gempa di Lombok ini,apalagi barang-barang itu dibutuhkan oleh para pengungsi saat ini.

” Saya kira mau diturunkan harga terpal,air maupun indomie eh malah dinaikkan harganya,tanpa ada rasa kemanusian kepada warga yang terkena musibah gempa bumi,” tegas Ahmad Masfu’.

Keterangan Foto Para pengungsi yang menggunakan terpal sebagai tempat pengungsiannya.