HIMMAH NW Protes Cibiran Kadis Perindustrian NTB terhadap Petani Tembakau

807
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Ketua DPC Himpunan Mahasiswa (Himmah) NW Lombok Timur, Azhari mengaku sangat menyayangkan pernyataan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Andi Pramaria yang mengomentari pengembangan tembakau di daerah ini.

Azhari menilai, pernyataan Andi Pramaria itu terkesan politis dan hanya bentuk cibiran pemerintah daerah terhadap petani tembakau yang saat ini mulai panen raya.

“Pernyataan tersebut terkesan politis, terlebih harga tembakau saat ini tidak stabil dan petani berpotensi merugi,” ungkap Azhari di Selong, Jumat (25/7/2019).

Sebelumnya, Kadis Perindustrian NTB Andi Pramaria melontarkan pernyataan bahwa para petani tembakau di daerah ini lebih baik beralih saja ke komuditas selain tembakau.

Andi mengimbau petani beralih dari menanam tembakau. Dirinya tidak ingin tembakau dikembangkan di NTB meskipun Andi sendiri mengaku sebagai perokok. Menurutnya, menanam tembakau lebih banyak mendatangkan mudarat atau keburukan.

“Kalau bisa beralih saja, jangan tembakau. Saya perokok tapi saya berkomitmen jangan kembangkan tembakau, lebih banyak mudarat untuk kesehatan,” ungkap Andi dilansir dari radarlombok.co.id.

Andi Pramaria, mengaku industrialisasi tembakau bisa saja dilakukan. Namun pihaknya tidak menginginkan hal itu terjadi.

“Bukan sulit industrialisasi tembakau, tapi tidak mau kita. Masa mau kembangkan rokok di sini yang jelas-jelas mau menjaga kesehatan,” katanya.

Bahkan, menurut Andi, banyak pihak yang mengatakan bahwa tembakau memang berdampak negatif dari sisi kesehatan. Di sisi lain, tembakau telah membantu perekonomian masyarakat NTB yang mayoritas petani.

Lebih tegas lagi Andi mengatakan, tembakau justru bisa memiskinkan. “Sisi ekonomi memang ya, tapi memiskinkan orang. Inflasi kita tertinggi karena tembakau, karena perokok. Kemiskinan juga karena rokok, kasian,” katanya.

Menanggapi pernyataan Andi Pramaria tersebut, Azhari meminta pemerintah provinsi NTB lebih baik fokus untuk menjaga kestabilan harga tembakau saat musim panen yang sebentar lagi tiba.

Sebab, kata Azhari, tembakau merupakan salah satu komoditas andalan yang menghidupi sebagian masyarakat NTB,” tandas Azhari.

Pernyataan Kadis Perindustrian NTB tersebut, menurut Azhari, pemerintah daerah justru terkesan acuh terhadap nasib petani tembakau.

“Harusnya sebelum musim tanam, pemerintah sudah melakukan sosialisasi untuk mengganti komoditas tembakau bukan saat panen raya seperti saat ini,” pungkas Azhari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.