Hotel Santika Selamatkan Tamu dari Nyamuk Demam Berdarah

Hotel Santika Mataram

LOMBOKita – Pengelola Hotel Santika Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan “fogging” secara mandiri untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah dengue yang berpotensi menggigit para tamu yang menginap.

“Kami melakukan ‘fogging’ sebagai langkah antisipasi, apalagi ada informasi sudah ada gejala demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram,” kata Sales Manager Hotel Santika Mataram Fay Hajri, di Mataram, Senin.

“Fogging” atau pengasapan adalah penyemprotan insektisida untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti penyebar virus demam dengue.

Menurut perempuan yang akrab disapa Hajri ini, pengasapan tidak hanya untuk mencegah para tamu yang menginap digigit nyamuk DBD, tetapi juga untuk melindungi kesehatan para karyawan.

Pengasapan menggunakan cairan insektisida juga untuk membunuh nyamuk jenis lainnya agar tidak masuk mengganggu kenyamanan para tamu ketika berada di dalam kamar hotel.

Tindakan pengasapan sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir dengan menyasar tempat-tempat yang menjadi genangan air, seperti parit di sekitar area hotel.

“Perkembangan jentik nyamuk demam berdarah biasanya pada malam hari, makanya pengasapan dilakukan pada sore hari dan dilakukan setiap Sabtu,” ujarnya.

Tindakan pencegahan, kata dia, rutin dilakukan setiap tahun memasuki musim hujan. Sebab, peralihan musim merupakan puncak berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.

“Alhamdulillah dengan pencegahan lebih awal, tidak pernah ada laporan tamu mengidap penyakit demam berdarah setelah menginap di hotel kami,” ucap Hajri.

Ia berharap tindakan pengasapan juga dilakukan oleh hotel-hotel di Kota Mataram agar para wisatawan yang menginap merasa aman dan nyaman dari gigitan nyamuk berbahaya.

Data Dinas Kesehatan Kota Mataram, tercatat jumlah DBD sejak Januari hingga November tahun 2017 mencapai 439 kasus, namun belum ada kasus kematian. Jika dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah kasus DBD tahun 2017 relatif menurun.

Dinas Kesehatan Kota Mataram melakukan tindakan pencegahan dengan membagikan bubuk abate kepada masyarakat.

Abate adalah nama dagang dari temefos, suatu insektisida golongan organofosfat yang efektif membunuh larva nyamuk atau insekta air lainnya. Abate berbentuk bubuk kristal padat dan segera larut saat dimasukkan ke dalam air.

Upaya lainnya adalah melakukan sosialisasi melalui kader yang ada di tiap lingkungan agar masyarakat bisa tetap waspada dengan meningkatkan kebersihan pada lingkungan masing-masing melalui gerakan PSN dengan menguras, menutup dan mengubur (3M) plus abate.

“Kami juga melakukan pengasapan yang terfokus pada lokasi yang sudah ada kasus DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi.

Komentar Anda