Gugusan pantai berpasir putih nan eksotik dan panorama alam yang memesona sejatinya menjadi salah satu magnet untuk menarik minat para pelancong berkunjung ke provinsi yang dikenal dengan sebutan bumi “Seribu Masjid” ini.

Tak hanya itu keragaman khazanah budaya adilihung dan aneka kuliner khas yang mengundang selera serta berbagai produk industri kreatif yang unik dan memikat juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Karena itu sangat beralasan kalau Pemerintah Provinsi NTB menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD).

Sejatinya industri pelancongan di “Bumi Gora” ini berkembang pesat, setidaknya dibuktikan dengan kian meningkatnya angka kunjungan wisatawan yang berdampak terhadap perekonomian NTB.

Perlahan namun pasti industri pelancongan di Provinsi NTB terus menunjukkan tren positif, sehingga ke depan daerah ini tak lagi diplesetkan “Nasib Tergantung Bali”, karena hanya menunggu limpahan wisatawan dari provinsi tetangga itu.

Harapan NTB menjadi destinasi wisata utama yang tidak tergantung limpahan wisatawan dari Bali agaknya tak sekadar mimpi di siang bolong.

Provinsi NTB memiliki segudang potensi wisata, sebut saja kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Mandalika yang kini sedang dikembangkan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Objek wisata tiga gili (pulau kecil) Trawangan, Meno dan Gili Air di Kabupaten Lombok Utara yang kian mendunia menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia dan menyedot kunjungan wisatawann paling besar.

Sektor pariwisata NTB berkembang pesat, setidaknya ini dibuktikan dengan kian meningkatnya angka kunjungan wisatawan setiap tahun.

Komentar Anda