Ilink Sulton, Bangkitkan Kembali Tekukur Indonesia Timur

64
kali tampilan.

LOMBOKita – Dekoemania asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Iling Sulton bertekad mengembalikan semangat hobi para penggemar burung derkuku (tekukur) di kawasan Indonesia Timur, khususnya di pulau Lombok.

Bahkan, pegiat dunia pariwisata di Lombok Timur ini, akan menjadikan budidaya derkuku menjadi salah satu obyek wisata andalan di daerah Patuh Karya ini.

“Penggemar burung tekukur di pulau Lombok masih cukup banyak, namun sejauh ini hanya dipelihara tanpa ada wadah untuk dikembangkan ke arah yang lebih ekonomis. Salah satu cara dikembangkan, yakni dengan pengembangan obyek wisata burung derkuku,” jelas Iling Sulton di Selong.

Iling Sulton menyebutkan, setelah kepengurusan PPDSI Lombok Timur vakum sejak tahun 2005-2016, harus ada yang memulai langkah inovatif pengembangan burung derkuku, baik peternakan maupun mengadakan lomba-lomba derkuku.

Hal yang berbeda dengan daerah lain, kata Iling Sulton, P3SI selalu bergandengan dengan PPDSI dengan cara melakukan even-even lomba.

“Pulau Lombok rutin menggelar lomba perkutut pada pagi sampai siang hari, sedangkan untuk lomba derkuku siang hari sampai sore. Untuk lomba derkuku kami masih membuka kelas lokal dan bebas atau derkuku Kelantan,” terang Ilink Sultan.

Pilihan ini diambil mengingat saat ini masyarakat penghobi masih memiliki derkuku lokal sehingga cara ini dilakukan untuk tetap memberikan wadah dan kesempatan kepada mereka untuk disalurkan melalui lomba. Sedangkan derkuku Kelantan belum banyak dimiliki penghobi. Namun demikian, Ilink Sultan mengaku akan melakukan langkah-langkah nyata agar perkembangan hobi derkuku lebih maju.

Beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mencapai keinginan agar hobi derkuku di wilayah Indonesia Timur bisa segera tercapai, kata Iling Sulton, pertama dengan mencari bibit-bibit derkuku kelantan.

Cara ini diambil sebagai bentuk keputusan pas dan tepat, karena kebutuhan derkuku Kelantan saat ini sudah tidak bisa ditunda lagi. Perkembangan hobi derkuku sekarang ini begitu cepat. Mayoritas derkuku yang dilombakan ataupun dijadikan bahan ternak indukan kandang sudah memiliki darah kental trah Kelantan. Mau tidak mau, suka tidak suka, trah Kelantan menjadi sebuah pilihan yang harus diambil. Jika tidak, maka seorang peternak ataupun pelomba tidak akan mampu mengikuti dahsyatnya perkembangan hobi derkuku.

Jika hanya mengandalkan trah derkuku lokal, maka produk para pengrajin tidak akan mampu bersaing. Artinya bahwa pilihan menggunakan trah Kelantan menjadi sebuah keharusan dan kewajiban agar bisa mengikuti tren yang sudah berkembang.

Menurut Ilink Sultan, untuk mendapatkan trah Kelantan, ternyata tidak perlu datang langsung ke Malaysia karena sudah bisa teratasi dengan membeli ke pulau Jawa.

“Saya kira teman-teman peternak di Pulau Jawa bisa membantu kami untuk mendapatkan indukan trah Kelaantan, jadi tidakeprlu lagi harus ke Malaysia,” jelas Ilink Sultan.

Hal lain yang harus dilakukan, kata Iling Sulton, yakni mengikuti lomba-lomba ke Pulau Jawa. Karena saat ini perkembangan hobi derkuku terfokus dan terpusat di tanah Jawa. Dari sinilah informasi bisa didapat, baik soal perkembangan hobi, trah indukan bagus yang harus dipakai untuk bahan ternak dan informasi lain yang dibutuhkan.

“Setidaknya dengan ikut lomba di tanah Jawa, memberikan manfaat lain yakni bisa menyambung tali silaturrahmi dengan sesama dekoemania. Jadi sekali lomba maka jalinan silaturrahim masih bisa tetap tercipta,” kata Boss Waterpark Planet Garden ini.

Selanjutnya, menurut Iling Sulton, membentuk dan meminta SK Resufle Pengurus Baru PPDSI Lombok yang sampai saat ini belum terlaksana. Organisasi memang menjadi sebuah keharusan yang harus dimiliki sebuah hobi. Aturan-aturan yang ada dalam organisasi akan menjadi pegangan bagi komunitas untuk menekuni dan melanjutkan hobinya.

“Tanpa organisasi, sulit rasanya hobi akan berkembang, maju dan mencapai apa yang diinginkan bersama,” katanya.

Diklat Juri, kata Iling Sulton, merupakan bagian penting untuk mengadakan lomba derkuku. Sebab, kriteria penilaian yang dilakukan saat ini masih menggunakan format lama hasil training 1999.

Keberadaan juri menjadi hal yang perlu dilakukan dan dimiliki oleh setiap organisasi. Juri menjadi sebuah hal penting untuk menggerakkan program seperti lomba. Dengan memiliki juri sendiri, maka organisasi bisa setiap saat menggunakannya ketika akan menggelar kegiatan. Apalagi untuk daerah Lombok yang cukup jauh dengan derah lain, tidak mungkin mendatangkan juri dari Jawa, terlebih jika hanya kegiatan lokal.

Apalagi diakui oleh Ilink Sultan bahwa pengetahuan juri harus diupdate terus mengikuti perkembangan organisasi. Jika program tersebut sudah dilakukan dan terlaksana, Lombok memiliki keinginan besar untuk bisa menghadirkan gelaran Liga Derkuku Indonesia.