Indahnya Rinjani Dipayungi Awan Putih Serupa Cincin

5283
kali tampilan.
Penampakan Gunung Rinjani saat dipayungi awan serupa cincin / Ist
Loading...

LOMBOKita – Puncak Gunung Rinjani yang dikelilingi awan berwarna putih sejak pagi Jumat (16/11/2018) memancing beragam komentar warga di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemunculan awan putih menyerupai cincin yang seakan memayungi gunung tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Barat itu pun menjadi bahan perbincangan warganet, hingga menterjemahkannya ke hal berbau mistis.

“Ini fenomena alam ataukah hanya kebetulan, yang jelas tadi pagi Gunung Rinjani terlihat sangat indah saat dipayungi awan putih yang mengelilingi puncak Rinjani,” ucap Ahmad, warga Masbagik yang kebetulan ditemui Lombokita.com, Jumat.

Ahmad menuturkan, pertamakali menyaksikan awan putih di puncak Gunung Rinjani itu saat berada di persawahan sambil mencari burung. Tanpa sengaja melihat puncak Gunung Rinjani yang terlihat sangat cerah yang dipayungi awan putih.

“Tadi saya sambil mencari burung di sawah, dan melihat awan putih mengitari Rinjani,” katanya.

Loading...

Lain halnya dengan seorang warga Selong, Rijal. Pemuda berusia 30 tahun itu langsung teringat mimpi semalam saat melihat awan putih mengitari Rinjani yang disebutnya sebagai fenomena alam yang sulit ditebak makna kehadiran awan putih berbentuk cincin itu.

“Tadi malam saya bermimpi bertemu dengan Almagfurulahu Maulana Syeikh dan memberikan sebuah amalan doa. Jadi saat melihat fenomena alam Rinjani itu, saya langsung teringat sama mimpi itu,” ucap Rijal.

Di dunia maya pun tidak kalah hebohnya, para warganet di pulau seribu masjid ini sejak pagi membahas hal itu. Bahkan, beberapa akun media sosial menjadikannya sebagai “status”.

Namun, Stasiun Meteorologi (Stamet) BMKG Selaparang, Mataram terkait hal itu menjelaskan, kejadian itu merupakan hal biasa dan normal terjadi pada setiap gunung.

“Awan yang demikian disebut fenomena Lentikularis. Awan ini terjadi akibat adanya gelombang Gunung atau Angin lapisan atas atau diatas permukaan yang cukup kuat dari suatu sisi gunung,” jelas I Putu Sumiana, Staf Stamet BMKG Bandara dilansir KoranMerah.

Sumiana menjelaskan, awan dari suatu sisi gunung tersebut membentur dinding pegunungan, sehingga menyebabkan turbulensi di sisi gunung lainnya.

” Turbulensi ini mengakibatkan awan-awan bertingkat yang berputar seperti lensa,” paparnya lebih rinci.

Karenanya, dia meminta masyarakat tidak mengartikan fenomena alam itu secara berlebihan dan aneh. Apalagi sampai mengait-ngaitkannya dengan kemunculan bencana gempa.

”Fenomena awan ini secara meteorologi, tidak mengindikasikan fenomena lain seperti akan datangnya gempa atau bencana besar lainnya. Awan tersebut hanya mengindikasikan adanya Turbulensi di lapisan atas, bukan di permukaan bumi,” pungkasnya.

2 KOMENTAR

  1. Semoga kedepanya lombok lebih baik dan bisa megembali kan pariwisata yg lebih baik berbanding yg sdh semoga akn lebih byk lagi turis turis dtg kelombok utk berlibur

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.