Inilah Fakta Ilmiah Tentang Kedutan

LOMBOKita – Pemirsa, meskipun kita hidup di abad 21 yang serba hi-tech, masalah kedutan terutama di bagian kelopak mata masih dikait-kaitkan dengan hal-hal yang kadang nggak nyambung sama sekali. Ada yang bilang kalau kedutan di mata kiri pertanda bakal dapat uang, sedangkan di mata kanan pertanda bakal nangis atau sedang diomongin orang. Itu semua nggak perlu dipercaya.

Perlu diketahui bahwa mata kedutan dalam istilah medis disebut blefarospasme, yaitu gerakan berulang kelopak mata bagian atas yang terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Kedutan terjadi setidaknya beberapa detik sekali dan berlangsung selama kurang lebih 1-2 menit.

Menurut Burt Dubow, pakar mata dari Contact Lens and Cornea Section of the American Optometric Association, kedutan bukan masalah medis yang serius. Kedutan terjadi karena serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba seperti mengalami rangsangan (kontraksi) yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata mengalami kejang sesaat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan mata mengalami kedutan.

1. Konsumsi kafein berlebihan
Minum kopi atau minuman berkafein lainnya mungkin dapat membantu seseorang untuk lebih berkonsentrasi, namun aktivitas ini juga membuat otot kelopak mata bekerja lebih keras. Ketika terlalu banyak distimulasi oleh kafein, sel saraf pada kelopak mata akan merespon terlalu banyak dan kedutan pun akan terjadi secara tiba-tiba.

2. Stres dan cemas
Jika terlalu banyak bekerja dan berada di bawah tekanan, tingkat stres seseorang akan meningkat. Sementara kedutan merupakan salah satu konsekuensi dari stres. Sebuah studi menunjukkan, saat stres, gejala kedutan cenderung akan menjadi lebih buruk.

3. Mata tegang
Stres tidak hanya terjadi di keseluruhan tubuh, melainkan juga pada bagian-bagian tertentu yang spesifik. Jika digunakan secara berlebihan, misalnya terlalu banyak menatap layar komputer atau gadget, mata akan lebih mudah merasa lelah dan kedutan.

4. Kelelahan
Seringkali dikaitkan dengan stres, kurang tidur dapat mempengaruhi tubuh secara keseluruhan, termasuk kelopak mata. Tubuh yang lelah biasanya tidak dapat bekerja secara optimal dan menimbulkan efek pada kelopak mata.

5. Iritasi permukaan mata
Bila bagian terluar mata mengalami iritasi, maka reaksi yang mungkin terjadi adalah kedutan. Kondisi seperti mata kering atau alergi bisa saja menyebabkan kedutan.

6. Gizi yang tidak seimbang

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kekurangan zat gizi tertentu seperti Magnesium bisa memicu kejang pada kelopak mata.

7. Alergi

Gejala alegi pada mata antara lain gatal, bengkak, dan mata berair. Saat mata digosok akan mengeluarkan histamin yang memicu keluarnya air mata. Keluarnya histamin ini ternyata bisa menyebabkan kelopak mata bergerak-gerak.

Nah, supaya kedutan nggak mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya istirahat yang cukup, hindari konsumsi kafein berlebihan, sadarlah untuk mengedip ketika terlalu lama di depan komputer atau gadget, dan kompres mata dengan kompresan air hangat bila kedutan mulai muncul.

Kita perlu waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter bila kedutan nggak hilang selama berminggu-minggu, kelopak mata tertutup sepenuhnya atau menjadi sulit membuka mata, mata merah, keluar cairan, bengkak, atau kedutan meluas ke bagian wajah yang lain.

Komentar Anda