Investor Arab Bahas Bisnis Pakan Ternak di NTB

LOMBOKita – Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis akan membawa investor ke Nusa Tenggara Barat untuk membahas potensi bisnis pabrik pakan ternak berbahan baku jagung.

“Rencananya Dubes akan datang ke NTB pada 20 September 2017 bersama dengan Direktur Aldahra Aisha Alafifi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi, di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan Husin Bagis juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi terkait dengan rencana kunjungan bersama investor.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang terkait untuk mempersiapkan hal-hal teknis yang perlu disampaikan kepada investor dari UEA.

OPD Pemerintah Provinsi NTB yang nantinya turut hadir dalam pertemuan dengan investor tersebut adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Husnul menambahkan kalangan swasta juga akan diundang, seperti PT Gerbang NTB Emas selaku Badan Usaha Milik Daerah NTB. Selain itu, dari unsur pengusaha yang bergerak di bidang agribisnis, seperti Varid Amir.

“Dalam pertemuan nanti, kalangan pelaku usaha bisa membicarakan peluang-peluang kerja sama dengan investor dari UEA,” ujarnya.

Di dalam pertemuan nanti, Pemerintah Provinsi NTB akan memaparkan peluang bisnis dan pola kerja sama yang bisa dilakukan dan saling menguntungkan kedua pihak.

Potensi yang akan dipaparkan tidak harus fokus pada NTB sebagai sentra produksi jagung nasional, tetapi bagaimana kemudahan-kemudahan dalam berinvestasi.

Sebab, kata Husnul, investor dari UEA itu tidak hanya melirik NTB sebagai lokasi menanamkan modal, tetapi provinsi lain juga menjadi incaran, salah satunya Jawa Timur.

“Jadi Dubes minta pola kerja sama dibalik sehingga tidak terkesan nantinya menjadi investor ‘akan’. Pokoknya investor datang, pemerintah daerah lalu berikan penjelasan pola kerja sama yang menarik,” katanya.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB mentargetkan produksi jagung pada 2017 mencapai 1,24 juta ton. Angka tersebut meningkat dibanding target tahun lalu sebanyak 1,1 juta ton dengan realisasi mencapai 1,24 juta ton.

Target lahan tanam jagung seluas 400.553 hektare (ha) terdiri atas lahan sawah seluas 215.553 ha dan lahan bukan sawah seluas 185.000 ha. Lahan bukan sawah tersebut difokuskan di Pulau Sumbawa.

Target lahan tanam jagung pada lahan bukan sawah seluas 185.000 ha tersebut tersebar di Kabupaten Sumbawa 90.165 ha, Dompu 20.376 ha, Bima 64.866 ha, Sumbawa Barat 6.378 ha, dan Kota Bima seluas 3.215 ha.

Komentar Anda