Investor Korea Minat Produksi Teh Kelor di NTB

173
kali tampilan.
Ilustrasi teh kelor

LOMBOKita – Investor Korea Selatan berminat menjalin kemitraan dengan CV Tri Utami untuk memproduksi teh kelor Moringa Sasambo di Nusa Tenggara Barat untuk dipasarkan ke berbagai negara.

“Masih dalam penjajakan. Tapi investor dari Korea itu sudah berkomunikasi dengan saya membahas rencana bekerja sama,” kata Direktur CV Tri Utami, Nasrin, di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Wilayah NTB dengan Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional NTB, di Mataram, Rabu.

Meskipun masih penjajakan, kata dia, calon mitra bisnis tersebut sudah memberikan gambaran pola kerja sama yang akan dibangun.

Pola kemitraan yang akan dijalankan adalah memproduksi teh kelor Moringa Sasambo secara bersama-sama di NTB dengan menggandeng para petani di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu sebagai mitra.

Investor Korea itu, kata Nasrin, siap membeli lahan di Kecamatan Kilo, untuk dijadikan lokasi penyimpanan dan pengeringan daun kelor, sebelum diproduksi menjadi teh.

“Investor itu juga siap mendatangkan beberapa jenis mesin produksi dari negaranya,” ujar Nasrin sambil menunjukkan foto-foto beberapa jenis mesin yang akan didatangkan dari Korea.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Japnas NTB Bidang Perdagangan ini, menambahkan pengusaha dari Negeri Ginseng itu juga sudah memberikan sinyal akan membantu proses pemasaran di negaranya.

Perkiraan volume ekspor teh kelor Moringa Sasambo sebanyak 20 ribu toples per bulan. Satu toples beratnya 150 gram dengan harga jual Rp150 ribu.

“Kami juga sudah menjajaki pola bagi hasil dari kerja sama bisnis yang akan dijalankan. Mudahan dalam waktu dekat, kami sudah menjalankan kemitraan tersebut,” ucap Ketua Gabungan Pengusaha Jamu NTB ini.

Jika kemitraan tersebut terealisasi, kata dia, maka pola industri pengolahan daun kelor menjadi teh akan dilakukan dengan prinsip pemberdayaan petani dan memanfaatkan kearifan lokal.

Pihaknya berencana mengembangkan kampung wisata kelor yang diintegrasikan dengan edukasi tentang berbagai manfaat tanaman kelor. Selain itu, membangun kelembagaan petani kelor berupa koperasi.

“Konsep pemberdayaan yang akan kami terapkan agar petani menikmati peningkatan kesejahteraan,” kata Nasrin.

Saat ini, CV Tri Utami sudah mengekspor the Moringa Sasambo ke Taiwan. Ekspor perdana sebanyak 1.500 toples dilakukan pada Maret 2018 melalui eksportir di Jakarta yang menjadi mitra atau agen tunggal.

Perusahaan lokal NTB itu juga tengah menjajaki kerja sama pemasaran ke Jepang dengan jumlah permintaan mencapai 20 ribu toples per bulan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.