Invisible Hand dan Takdir Politik Pilgub NTB

469
kali tampilan.
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah, SE.

LOMBOKita – Mi6 menilai hasil Pilgub NTB makin sulit diprediksi karena adanya invisible hand yang turut mengawal pesta demokrasi ini.

Analisis Lembaga sosial dan Politik Mi6 yang diterima lombokita,com, Sabtu (19/5 terkait elektabilitas dan Pemenang Pilgub NTB, fenomena ini nampak dari bocoran berbagai info hasil survei semua pasangan calon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang elektabilitasnya diatas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters rata-rata diatas kisaran 30 persen.

Selain itu jarak keterpautan masing-masing pasangan calon gubernur berkisar antara satu sampai dengan dua persen dibawah toleransi margin error sekitar 3 persen. Melihat konstruksi elektabilitas seperti ini, kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB.

Bisa jadi invisible hand dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB. Sehingga urutan elektabilitas para paslon versi lembaga survei tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB, karena perubahan elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekpektasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota untuk memenangkan jagoannya.

Selain itu pro aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama.

 

Agresifitas The Rising Star ZulRohmi
Dimata Mi6, agresifitas kandidat the rising star Zul-Rohmi dalam melakukan gerakan blusukan day by day merupakan cara ampuh meraih simpati dukungsn rakyat.

Sebagai pendatang baru, Zul-Rohmi sadar bahwa hanya dengan cara gerilya seperti inilah rakyat bisa mengenalnya Face to Face dengan benar. Pada akhirnya para pemilih tersebut bisa diikat dalam satu kesatuan komitmen politik secara kolektif memenangkan Zul-Rohmi.

Meskipun demikian Mi6 mengingatkan, strategi blusukan ini akan berdampak menggerus/menurunkan elektabilitas Zul-Rohmi diakhir ronde , apabila tidak ada yang menjaga dan merawat ekpektasi pemilih jelang pencoblosan nanti.

“Karena pertemuannya serba instan, maka perlu dijaga suara pemilih tersebut agar tidak berpindah ke lain hati,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah, SE.

Dibawah Margin Error
Selanjutnya Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah menambahkan, dengan jarak pautan elektabilitas para Paslon berkisar 2 % dibawah margin error mengindikasikan Pilgub NTB, kekuatan para Paslon berimbang dan memiliki keunggulan pada wilayah yang dijadikan benteng kekuatan pemilih loyalnya.

” Maka jangan heran, jika beberapa lembaga survei tidak mau mempublikasi hasilnya karena trend elektabilitas para paslon relatif imbang dan fluktuatif yang terkendali,” tambahnya.

Dengan waktu tersisa 38 hari menjelang hari pemilihan tanggal 27 Juni 2018, apapun bisa terjadi, termasuk keajaiban yang memenangi Pilgub NTB ini. Semua ini tergantung pada kepiawaian dan strategi taktik yang dimainkan para paslon mengamankan wilayah pemilihnya.

“Prinsipnya gini, makin sering paslon bangun pagi dan rajin mendatangi rakyat selalu ada harapan baik disisinya,” imbuh Athar.

Mi6 melihat di tengah kuatnya floating mass dan pragmatisme rakyat maka strategi door to door mendatangi pemilih, setidaknya bisa meredam dan menenangkan suara hati rakyat yang terkadang kerap ambigu.

“Para pemilih pragmatis ini harus ditreatment dengan cara-cara tidak biasa dan harus dikasih tanggungjawab agar ada kebanggaan buat dirinya ,” ungkap Didu, panggilan akrab Direktur Mi6.

Mesin Parpol
Terkait sinyalemen di publik bahwa mesin Parpol belum bergerak dalam mengakselerasikan secara nyata memback up paslonnya, Didu melihat hal tersebut harus dilihat sebagai taktik internal yang tidak semua musti dipublikasikan.

“Mesin Parpol pasti bergerak karena memiliki SDU ( Self Defence Unit) yang tidak harus ditahu cara dan mekanisme kerjanya dibasis pemilihnya,” tambah mantan Direktur WALHI NTB ini.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.