Istighosah Tolak Nama Bandara, Suhaili Dikatakan Gagal “Move On”

1905
kali tampilan.
Istighosah jajaran pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menolak pergantian nama bandara Lombok

LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah beserta seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggelar istighosah yang dihajatkan sebagai bentuk penolakan digantinya nama bandara internasional Lombok menjadi Zainuddin Abdul Madjid International Airport (ZAMIA) sesuai surat Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018.

Gelaran istighosah dan doa bersama di jalur baypass bandara, Jumat (7/9/2018) itu dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah serta pejabat dan Pegawai Negeri Sipil yang ada di daerah ini.

Dalam orasinya, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir menjelaskan, bahwa nama bandara Lombok tidak perlu lagi diganti karena nama sebelumnya yakni Lombok International Airport atau disingkat LIA sudah populer.

Baca: Nama Bandara Lombok Diganti Menjadi Zainuddin Abdul Madjid

Terlebih, kata Bupati Lombok Tengah dua periode itu, proses pergantian nama bangunan monumental tersebut dilakukan tanpa persetujuan dan kesepakatan dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku “tuan rumah” berdirinya bandara yang dibangun sejak era pemerintahan SBY itu.

Ketua DPD Partai Golkar NTB itu mengenang sejarah panjang pembangunan bandara, yang diawali betapa susahnya pembebasan lahan hingga dimulainya pembangunan runway bandara atas dana sharing pemerintah provinsi NTB dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat itu.

“Saat itu saya masih menjadi Ketua DPRD NTB. Saya ingat betul bagaimana Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan masukan, bahwa bandara itu akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat NTB, karena itu harus segera dibangun,” urai Suhaili coba mengingat masa lalu.

Pergantian nama itu juga, menurut Suhaili bernuansa politis, serta tanpa diawali dengan rembuk dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat lingkar bandara sesuai etika dan adat istiadat yang masih kuat dipegang masyarakat Lombok Tengah.

“Apapun alasannya, bandara ini tidak boleh diganti. Nama Bandara International Lombok harga mati,” lantang Suhaili melalui pengeras suara.

Baca: Bupati Loteng Kerahkan ASN Gelar Istighosah Tolak Nama Bandara Lombok Diubah

Suhaili juga menyebut, pergantian nama bandara itu terlalu dekat dengan perhelatan politik pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB, pada pesta demokrasi itu paket Suhaili-Amin dinyatakan kalah. Dan Pilkada dimenangkan pasangan Zul-Rohmi.

“Belum aja sembuh dari duka kekalahan itu, ditambah lagi dengan pergantian nama bandara yang dilakukan tanpa permisi,” ucap Suhaili sambil tertawa kecil khasnya.

Gelaran istighosah untuk menolak pergantian nama bandara itu pun menuai respon beragam dari warga Lombok. Bahkan di beberapa akun media sosial pun berseliweran komentar yang mendukung upaya Suhaili, namun banyak juga yang mencemooh acara itu, karena penolakan dibungkus acara istighosah yang biasanya dilakukan ummat Islam untuk memanjatkan doa menolak bala dan bencana. Terlebih dengan memobilisasi kalangan Aparatur Sipil Negara.

Pengguna facebook dengan nama Muhammad Zulkarnaen misalnya, menulis:
“Acara istigosah penolakan bandara kemarin ternyata bukan oleh dan berdasarkan keinginan masyarakat loteng tapi keinginan Bupati Loteng yang gagal move on dari kekalahannya pada pada Pilgub NTB.

Masyarakat Loteng tau apa itu istigosah dan dalam kondisi apa harus dilakukan istigosah sehingga sebagian besar dari mereka tak mau ikut melakukannya.

Supaya terlihat ramai, maka ASN lah yang dimobilisasi untuk hadir di jam kerja dengan meninggalkan tugasnya. Yah… mumpung masih menjabat sebagai bupati. Jika penolakan itu betul dikehendaki sebagian besar masyarakat Loteng maka, tak perlu kiranya sang bupati sampai mengerahkan ASN segala.

Netizen lain bernama Habib Ziadi juga menyindir Suhaili yang mengerahkan ASN menggelar istighosah menolak pergantian nama bandara. Di status media sosial facebooknya, Habib Ziadi menulis:
KEMARIN ASN DIPAKSA MENDUKUNG. SKRG ASN DIPAKSA MENOLAK.

#SaveASNLoteng
#IstgasahKebolakBalik

Sementara itu, netizen lain M. Samsul Qomar menulis: Pak Bupati kapan dong ajak kita istigosah Bangun DAM Mujur, kalau pidatonya marah kayak di bandara pasti Pak Jokowi takut

Diketahui, perubahan nama bandar udara yang berada di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018, hari ini Rabu tanggal 5 September 2018 yang isinya bahwa penetapan nama tersebut berdasarkan kesepakatan bersama seperti yang tercantum di huruf a pada isi surat itu.

“Menimbang, dalam rangka menetapkan nama Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, telah didapatkan persetujuan dari DPRD NTB, Gubernur, Majelis Adat Sasak serta keputusan Presiden nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional,”

Kemudian pada item (b) dijelaskan bahwa dari kesepakatan dan keputusan tersebut maka perlu untuk mengubah nama dari LIA menjadi Bandar Udara ZAM.

“Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai dimaksud dalam huruf (a), perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang penetapan perubahan nama Bandar Udara Lombok menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid,”.

9 KOMENTAR

  1. Komentar: Nama nama bandara international dunia, hampir semuanya memakai nama Tokoh, kok di lombok ada yang sewot?
    wah pasti nada apa 2nya?

  2. Banyak yang tidak tahu betapa sensitifnya nama bandara. Oleh karena itu nama bandara tetap LIA saja. Kita bersyukur ada tokoh lombok yg dikukuhkan sebagai pahlawan nasional tapi khusus utk nama bandara jangan pakai nama tokoh, utk menjaga suasana kebatinan khusus warga Lombok Tengah.

  3. Assalamu’alaikum. Saya sbg putra asli Lombok yg berdomisili di Kaltim mengucapkan SELAMAT atas pergantian nama bandara BIL menjadi ZAMIA. Good luck for us. Wassalamu’alaikum

  4. Kalau sudah seperti ini… bagaimana pak Uhel..? Terima sajalah, gk usah ngeyel…toh juga nama yg di pakai TGH. ZAM al-ampenani, pahlawan nasional berasal dari daerah sendiri. Ato mau pakai BANDARA SUHAILI LOMBOK.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.