Jamaah Diminta Pasang Ihram dari Asrama

LOMBOKita – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H Burhanul Islam mengatakan, jamaah calon haji yang ada di kelompok terbang terakhir yakni kloter 10 diminta untuk langsung mengenakan pakaian ihram sejak dari asrama haji sesuai dengan arahan Menteri Agama RI.

“Pertimbangannya, waktu pelaksanaan ibadah puncak sudah sangat dekat. Sedangkan untuk pembacaan niat haji akan dipandu oleh pembimbing saat jamaah masih berada di atas pesawat,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu.

Menurutnya, jumlah calon haji asal Kota Mataram yang berada di kloter 10 yang merupakan kloter terakhir pemberangkatan Embarkasi Lombok musim haji 2017, sebanyak 174 orang.

Sebanyak 174 calon haji tersebut telah dilepas oleh Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana pada Sabtu petang (25/8) di halaman pendopo wali kota.

Dikatakan, sebanyak 174 orang calon haji Mataram kloter 10 itu bergabung dengan 184 orang JCH dari Lombok Barat, 20 orang dari Lombok Tengah, 67 orang dari Lombok Utara, ditambah dengan lima orang petugas.

“Dengan demikian, total yang diberangkatkan dalam kloter 10 Embarkasi Lombok berjumlah 455 orang,” sebutnya.

Lebih jauh Burhanul mengatakan, selain adanya arahan menggunakan ihram dari asrama haji, ada juga imbauan penting dari Kementerian Agama RI untuk menghindari waktu-waktu tertentu pada saat kegiatan melempar jumroh.

Sampai dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1438 H, jamaah asal Indonesia diminta untuk menghindari kegiatan tersebut mulai pukul 06.00-10.30 pagi waktu setempat.

Untuk tanggal 11 Dzulhijjah waktu yang harus dihindari adalah pukul 14.00-16.00 waktu setempat, sedangkan untuk tanggal 12 Dzulhijjah jamaah diminta menghindari kegiatan tersebut pada pukul 10.30-14.00 waktu setempat.

“Hal tersebut penting untuk menghindarkan jamaah dari kepadatan yang mungkin terjadi,” katanya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat melepas jamaah kloter 10 mengajak para jamaah untuk sungguh-sungguh menaati aturan baik yang telah ditetapkan oleh pemerintah selaku penyelenggara haji di Indonesia maupun peraturan yang ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

Hal tersebut karena musim haji tahun 2017 ini merupakan musim haji dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji dengan perkiraan diikuti oleh sekitar 1,8 juta calon haji dari seluruh dunia.

Demikian pula dengan udara yang kabarnya cukup ekstrem, sehingga diharapkan seluruh calon haji telah siap secara fisik dan mental, serta dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin selama menjalankan ibadah.

“Fokus, tawakal, lepaskan seluruh urusan keluarga di rumah, dan terus memohon pertolongan Allah,” katanya mengingatkan.

Komentar Anda