Jamaah Haji Melaksanakan Wukuf

234
kali tampilan.
Wukuf di Arafah

LOMBOKita – Jemaah haji Indonesia akan mulai digerakan menuju Arafah pada Rabu Agustus hari ini, atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1438 H. Pada saat yang sama, sebagian jemaah ada yang bergerak menuju Mina untuk melakukan Tarwiyah untuk menginap (mabit).

Kenapa tidak semua jemaah Indonesia melakukan Tarwiyah? Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang juga Anggota Amirul Hajj, Asrorun Ni’am menjelaskan, tarwiyah adalah menginap (mabit) di Mina pada 8 Zulhijah, sebelum wukuf di Padang Arafah.

“Jemaah akan menunaikan salat Zuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan Subuh di Mina. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah. Hukum melaksanakan Tarwiyah adalah sunah,” jelas Ni’am di Mekah, Selasa (29/8/2017).

Wukuf adalah rukun haji. Karenanya, seluruh jemaah haji Indonesia harus dipastikan sudah berada di Arafah sebelum pelaksanaan wukuf (Zuhur tanggal 9 Zulhijah).

“Memobilisasi jamaah haji dalam jumlah besar (lebih dari 200 ribu), membutuhkan waktu. Karenanya, Pemerintah mengambil kebijakan untuk langsung memberangkatkan jemaah haji Indonesia menuju Arafah untuk persiapan wukuf,” beber dia.

Ia mengatakan, ini dilakukan demi kemaslahatan. Pelaksanaan rukun hajinya, lebih diutamakan. Dari pada mengejar sunnah, akan tetapi berpotensi mengganggu pelaksanaan rukun haji, yaitu wukuf.

Jika seluruh jemaah digerakkan ke Mina terlebih dahulu, lanjut dia, dikhawatirkan saat pelaksanaan wukuf masih ada jemaah yang berada di luar Arafah.

“Jadi, ini akan berpotensi menghilangkan kesempatan pelaksanaan rukun haji. Karena persoalan teknis pemberangkatan, jemaah masih di luar Arafah,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.