Jamkrida NTB Terancam Kehilangan 50% Pendapatan. Ini Penyebabnya

140
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Nusa Tenggara Barat terancam kehilangan 50 persen pendapatan setelah Bank NTB dikonversi menjadi perbankan syariah pada Agustus 2018.

“Posisi pendapatan dari penjaminan kredit Bank NTB sebesar 50 persen. 50 persen lagi dari penjaminan kredit delapan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB, serta usaha konvensional lainnya,” kata Direktur Utama PT Jamkrida NTB Bersaing Indra Manticha, di Mataram, Jumat.

Menurut dia, potensi kehilangan pendapatan dari penjaminan kredit Bank NTB karena perusahaannya masih 100 persen menjalankan bisnis konvensional dan belum ada kepastian dari para pemegang saham untuk mendukung pembentukan unit usaha syariah.

Pihaknya sudah mengajukan penambahan modal sebesar Rp10 miliar untuk mendukung pembentukan unit usaha syariah pada 2018, sehingga bisa menjadi perusahaan penjamin pembiayaan yang disalurkan PT Bank NTB Syariah.

Indra menambahkan pengajuan penambahan modal sudah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTB selaku pemegang saham mayoritas. Besaran angka yang diusulkan melalui APBD murni tahun anggaran 2017 mencapai Rp27,5 miliar.

Loading...

Dari Rp27,5 miliar yang diusulkan akan digunakan untuk pembentukan unit usaha syariah sebesar Rp10 miliar dan untuk memenuhi modal inti penjaminan bisnis konvensional sebesar Rp17,5 miliar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.