Jelang Lebaran, Pedagang Bunga Laris Manis

31
kali tampilan.

LOMBOKita – Para pedagang bunga di Permakaman Umum Karang Medain, Kota Mataram, Nusa Tengara Barat, ramai pembeli menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Menjelang Lebaran bisa tiga kologram terjual. Kalau hari-hari biasa paling banyak setengah kilogram,” kata I Nengah Sukarning, salah seorang pedagang bungn di TPU Islam Karang Medain, Kota Mataram, Kamis.

Sekitar 20 pedagang menyediakan bunga yang dibungkus plastik untuk para peziarah. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa yang hanya beberapa orang saja.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak usia SD hingga SMP juga ikut memanfaatkan momen tahunan tersebut.

Mereka berebut menawarkan bunga kepada peziarah yang datang, meskipun belum turun dan memarkir sepeda motor atau mobil.

Tiga kantong plastik berisi beberapa jenis bunga ditawarkan dengan harga Rp5.000, namun peziarah juga bisa membeli satu kantong plastik seharga Rp2.000.

Pemakaman umum muslim di Karang Medain, mulai ramai didatangi para peziarah sejak H-10 Idul Fitri. Sejak itu pula warga sekitar yang mayoritas pemeluk Hindu memanfaatkan momen dengan cara berjualan bunga kepada peziarah untuk ditabur di atas makam keluarganya.

“Biasanya puncak ramai peziarah setelah selesai shalat hari raya. Dan akan berlanjut hingga satu hari setelahnya,” tutur I Nengah Sukarning, yang sudah berjualan bunga di permakaman umum muslim Karang Medain, sejak puluhan tahun silam.

Tidak hanya penjual bunga, warga juga memperoleh pendapatan dengan menjadi tukar parkir musiman. Misalnya, Made Sukarta. Pria lanjut usia ini mengaku bisa memperoleh pendapatan hingga lebih dari Rp100 ribu per hari.

“Tahun ini, jumlah yang jadi tukang parkir banyak. Tapi tidak sampai rebutan ‘lahan’, masih tertib,” tutur Made Sukarta, yang berharap para peziarah akan semakin ramai setelah shalat Idul Fitri.

Dalam ajaran Islam, ziarah adalah mengunjungi, mendoakan keluarga, kerabat, atau para ulama yang berpengaruh pada penyebaran Islam.

Umat Muslim tidak sekadar berkunjung dan menaburkan bunga di makam, tetapi juga mengirimkan doa, melantunkan ayat suci Al Quran, bershalawat, membaca tahlil, tahmid dan takbir.