Jemaat Ahmadiyah Berlebaran Di Pengungsian

54
kali tampilan.

LOMBOKita – Puluhan Jemaat Ahmadiyah terpaksa harus merayakan lebaran idul fitri 1439 Hijriyah tahun ini di pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim sampai waktu yang belum ditentukan.‎

Pasalnya pasca terjadinya aksi anarkis dan pengrusakan rumah Jemaat  Ahmadiyah di Desa Greneng,Kecamatan Sakra Timur tidak berani pulang,karena masih di tolak warga dan tempat tinggal tidak ada,karena sudah dirusak warga.

" Kami terpaksa merayakan lebaran tahun ini di lokasi pengungsian apa adanya," kata Mutiah,salah seorang Jemaat  Ahmadiyah kepada media ini di lokasi pengungsian.

Ia menuturkan memang baru pertama kali ini merayakan lebaran idul fitri dalam suasana duka dan sedih. Kerena dirinya bersama suami,anak dan keluarga yang lainnya berada di pengungsian untuk merayakannya.

Karena sebelumnya kami dengan suka merayakan hari kemenangan setelah satu bulan lamanya melaksanakan ibadah puasa. Dengan penuh suka cita dan kegembiraan bersama dengan masyarakat yang lainnya di kampung halamannya.

" Dengan adanya pristiwa yang menimpa kami saat ini maka mau tidak mau harus merayakan idul fitri di lokasi pengungsian dengan apa adanya," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Jemaat Ahmadiyah yang lainnya,Jannah mengaku hanya bisa berdoa dengan musibah yang dihadapinya saat ini bersama warga lainnya di lokasi pengungsian.

Meski harus merayakan lebaran idul Fitri tahun ini di lokasi pengungsian dengan penuh kesederhanaan,akan tapi tidak menghilangkan suasana menyambut datangnya hari kemenangan.

" Mau kembali ke rumah sudah  dirusak warga,lebih baik tinggal di pengungsian dulu lebih aman," tambahnya.‎