“Jemput Bola” Perekaman e-KTP, Dukcapil KLU Bantah Permainkan Usia Warga

272
kali tampilan.
Kendaraan Dinas Kadis Dukcapil beserta alat perekaman e-KTP lengkap dengan pengamanan pihak kepolisian
Loading...

LOMBOKita – Mencuatnya protes sejumlah pihak terhadap adanya kabar Kepala Dinas Dukcapil yang membawa alat perekaman e-KTP ke rumah dengan mengundang warga melakukan perekaman mendapat respon pihak Dukcapil setempat.

Kadis Dukcapil KLU H Fahri mengakui apa yang dilakukan untuk memenuhi amanat UU dalam menjemput bola kepada masyarakat yang belum memiliki e-KTP, disamping itu pada tahun politik ini KPU mengingatkan warga yang belum memiliki e-KTP untuk segera melakukan perekaman. Sebab ada sekitar 2.761 warga dari golongan pemula yang pada 9 Desember akan berusia 17 tahun namun tercatat belum memiliki e-KTP.

“Makanya jumlah itu kita sisir. Kita buat program yang di Bayan dan Kayangan merekam di kantor camatnya. Yang di Gangga langsung ke Dukcapil. Karena kita punya alat mobiling, perekaman dilakukan secara keliling di Tanjung dan Pemenang masing-masing 5 hari,” jelas dia.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Fahri mengatakan, perekaman warga jelang usia 17 tahun sudah tuntas sebanyak 1.748 orang atau baru 63 persen. Ia pun tidak menampik jika alat perekam tersebut dibawa ke rumahnya. Namun dirinya sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Sekdis dan staf Dukcapil lainnya.

Perekeman yang dilakukan sendiri jelasnya telah sesuai mekanisme ketentuan yang berlaku, dengan mengacu pada perubahan UU 23 Th 2006 tentang adminduk ke UU 24 th 2013, dan di UU 23 th 2006 masih menganut stelsel aktif bagi penduduk, jadi awalnya dinas hanya menunggu dalam proses catatan kependudukan, namun dengan UU 23 mengalami perubahan ke UU 24 th 2013 sistem aturan menjadi berubah, pemerintah diminta untuk aktif menuntaskan masalah adminduk.

Loading...

Sehingga katanya sejak UU 24 seluruh dukcapil melakukan pelayanan tidak hanya di kantor namun juga diprintah turun langsung ke masyarakat sampai ke pelosok menggunakan perangkat pelayanan mobile, sehingga sejak awal sebelum memasuki tahun politik pihaknya sudah pernah melakukan perekaman ke rumah warga, karena menurutnya, dokumen adminduk ini adalah kunci utk mendapatkan pelayanan dasar lainnya seperti kesehatan dan pendidikan.

Menyangkut adanya kecurigaan warga yang direkam Fukcapil, ada dibawah usia 17 tahun yang dalam ketentuan belum wajib KTP, hal itu pun dibantah Dukcapil, dikatakannya tidak ada celah untuk bermain dalam melakukan perekaman ke warga.

Warga yang usia 16 tahun bisa direkam, namun KTP tidak akan bisa dicetak sebelum usianya 17 tahun karena sistem akan menolak dan itu dikontrol dari pusat. Dimana perubahan usia tahun kelahiran sendiri jelasnya tidak bisa dilakukan, jika tidak melaporkan ke pusat.

Terhadap adanya salah seorang anak yang mencuat di media sosial Bernama Riana dari RT 01 Dusun Murjumeneng yang mendapat undangan perekaman dijelaskan bahwa dari NIK yang bersangkutan merupakan kelahiran 2003 bulan 3 sehingga dipastikan usianya sudah mencapai syarat wajib e-KTP.

“Jika memang dia masih berumur 14 tahun dari pengakuan salah seorang warga, yang jadi pertanyaannya apakah yang bersangkutan pernah melakukan perubahan data atau tidak atau, bisa jadi terjadi dobel data karena melakukan pelaporan ke dinas tanpa melampirkan dokumen pendukung lainnya seperti akta atau ijasah dan kalo usianya 14 tahun secara otomatis tidak bisa direkam alias ditolak oleh sistem,”Tambah Kasi yang menemani Fahri. /*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.