Jumlah TKI Asal NTB Mulai Berkurang

220
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah warga yang bekerja ke luar negeri dalam tiga tahun terakhir terus berkurang sebagai dampak dari berbagai program pemerintah dalam hal penyediaan lapangan kerja.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Abdul Hadi di Mataram, Kamis menyebutkan jumlah warga yang berangkat menjadi TKI ke luar negeri pada 2014 sebanyak 46.187 orang. Angka tersebut berkurang menjadi 35.312 orang pada 2015, dan kembali berkurang menjadi 27.659 orang pada 2016.

Sementara data jumlah warga yang berangkat menjadi TKI secara resmi pada Januari-September 2017 sudah mencapai 18.610 orang. Sebagian besar bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia.

Menurut dia, berkurangnya jumlah warga yang menjadi TKI di luar negeri karena masih diberlakukannya moratorium penempatan tenaga kerja wanita untuk sektor non-formal di negara-negara Timur Tengah.

Selain itu, TKI purna atau yang sudah pulang kampung sebagian sudah mampu menjalankan kegiatan usaha ekonomi produktif, sehingga tidak tertarik lagi bekerja di luar negeri.

Loading...

“Pemerintah memang mendorong tidak selalu bergantung menjadi TKI di luar negeri. Cukup hanya satu atau dua kali saja pergi keluar negeri cari uang untuk hidup dan modal usaha,” ujarnya.

Berkurangnya jumlah TKI ke luar negeri, lanjut Hadi, karena pemerintah memberi ruang bagi warga NTB untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan, melalui Program Angkatan Kerja Antar-Daerah (AKAD).

Jumlah warga NTB yang sudah memanfaatkan Program AKAD pada 2017 sebanyak 1.560 orang. Mereka tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Menurut dia, gaji yang diberikan perusahaan di Kalimantan relatif sama dengan di Malaysia. Namun bedanya, warga NTB tidak perlu direpotkan dengan mengurus paspor, cek kesehatan dan prosedur lainnya yang membutuhkan biaya jutaan Rupiah.

“Kalau bekerja di dalam negeri juga memudahkan untuk bisa pulang kampung bertemu keluarga,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.