Kekurangan Guru di KLU Masih Dianalisa Pemerintah Pusat

  • Ditulis oleh Sahnan Sutriadi
  • Jum22 Nov 2013
    jam 17 : 15
  • kategoriKabar Lombok
  • dibaca587 x

LOMBOKita - Jumlah kekurangan guru di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sampai saat ini masih  dalam tahap analisa oleh pemerintah pusat. Ha ini disebabkan karena data terakhir kekurangan guru di daerah ini rasionya sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah siswa.

Asisten III Bupati Lombok Utara, H Jayadi menjelaskan, berbekal data awal yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KLU, tim yang berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional sedang melakukan verifikasi jumlah kekurangan guru.

Menurutnya, rasio kekurangan guru untuk tahun 2013 ini, murid per guru mencapai 9 orang siswa diawasi oleh seorang tenaga pengajar pada sekolah lanjutan atas sederajat. Sementara rasio murid per kelasnya mencapai 52 siswa. 

“Dalam kurun waktu 2008-2012 dapat diketahui bahwa pada jumlah sarana Sekolah Lanjutan Tingkat Atas sederajat mengalami peningkatan sekitar 20 %, disusul tenaga pengajar mencapai 25 %, kemudian jumlah murid meningkat drastis mencapai 64 persen,” jelas Jayadi.

Untuk ruang kelas terlihat sedikit mengalami penurunan, mencapai 6 % sedangkan rasio murid per guru meningkat mencapai 52 % atau 5 orang murid serta murid per kelas juga mengalami peningkatan drastis mencapai 66 % atau 35 orang murid. 

“Hal ini perlu perhatian pemerintah daerah guna perencanaan penambahan lokal kelas sehingga sesuai dengan standar nasional,” harap Jayadi. (ari/lbk)