Nasib Honorer K2 Masih Diperjuangkan

  • Ditulis oleh Najamudin Annaji
  • Jum5 Apr 2013
    jam 15 : 04
  • kategoriKabar Lombok
  • dibaca1829 x

LOMBOKita – Sejumlah tenaga honorer daerah yang tidak terakomodir dalam kategori 2 (K2) yang diumumkan beberapa hari lalu masih berdatangan ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Lombok Timur. 

Mereka terus menanyakan kenapa tidak ada namanya di daftar pengumuman yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).  

"Persyaratan yang saya masukkan sama dengan teman-teman yang keluar di pengumuman itu. Saya mengabdi menjadi guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN 5) Wanasaba sejak akhir tahun 2004. Sedangkan persyaratan berkas honorer K2 ini minimal mengabdi sejak tahun 2005, tapi kenapa hanya sebagian yang keluar namanya,” tegas Farid Hasan yang ditemui LOMBOKita di kantor BKD dan Diklat Lombok Timur, Kamis (4/4/2013).

Sementara Kepala BKD dan Diklat Lombok Timur, Hj Baiq Miftahul Wasly mengatakan, akan berusaha memperjuangkan ke BKN supaya nama-nama yang tidak keluar itu bisa dimasukkan ke K2.

Menurutnya, masih ada kesempatan untuk melakukan uji publik sampai 16 April 2013 mendatang. Setelah itu, baru pihaknya mengolah data sesuai hasil uji publik. Selanjutnya pada 4-8 Mei 2013, data hasil uji publik itu diserahkan ke BKN, dan dari 9-15 Mei 2013 dikembalikan ke kabupaten. 

“Dari hasil uji publik nanti, tidak menutup kemungkinan nama-nama yang sudah keluar akan dicoret jika ditemukan ada masalah,” ungkapnya. 

Dalam K2 ini, katanya, meski telah lulus verifikasi di pusat, ada tahapan lagi yang harus dilakukan yakni mengikuti test yang sangat ketat. Dan jadual test untuk K2 belum ditentukan oleh pusat.

“Jika dalam test nanti tenaga honorer K2 tidak lulus, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur, karena tidak ada istilah perankingan,” kata Wasly seraya berharap kepada semua K2 yang telah keluar namanya di pengumuman untuk mempersiapkan diri. (ari)