Bantu Denis dari Serangan Kangker Tulang

Kondisi Denis yang kini hanya terbaring lemah

Kabar
Typography

LOMBOKita – Namanya Denis, usia 9 tahun. Warga Dusun Berembeng Lauk Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ini hanya terbaring lemah melawan penyakit ganas yang diidapnya.

Kondisi putra dari pasangan Muksin dan Mukminah ini kian memprihatinkan lantaran menahan rasa sakit kangker tulang yang dideritanya sejak dua tahun lalu. Sejak menderita kangker tulang ini, Denis tidak pernah lagi masuk sekolah.

Menurut penuturan ayah Denis, selama menderita penyakit kangker tulang, putranya yang kini duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar di Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat tidak pernah masuk sekolah. Segala aktivitas Denis hanya mampu dilakukan diatas tempat tidur.

Pekerjaan Muksin yang hanya mengandalkan buruh tani biasa, membuatnya kian pasrah untuk bisa mengobati tangan Denis yang kini diserang kangker tulang ganas. Sementara ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga yang bisa bertani membantu pekerjaan suaminya di sawah.

“Kami sudah pasrah bagaimana mengobati Denis,” ucap Mukminah sambil menyeka air mata yang menetes di pelupuk matanya saat ditemui wartawan di rumahnya.

Menurut penjelasan Muksin, beberapa kali membawa Denis berobat ke dokter bahkan hingga ke Bali, namun hasilnya tidak ada perubahan. Malahan, tangan sebelah kanan Denis terus membengkak dan menjalar sampai sekarang.

“Denis sering merasakan sakit saat malam, tapi kami tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ibunya juga kadang ikut menangis melihat kondisi anaknya yang kesakitan. Kami hanya mampu berdoa untuk kesembuhan anak kami,” lirih Muksin.

Kedua orangtua Denis berharap, ada bantuan dari semua pihak, baik pemerintah maupun para dermawan untuk membantu biaya pengobatan Denis agar bisa sehat dan bersekolah menggapai cita-citanya yang ingin menjadi seorang polisi.

Sampai saat ini, kata Muksin, belum ada bantuan dari pihak mana pun termasuk pemerintah yang memberikan bantuan untuk pengobatan Denis.

“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan yang memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Denis agar segera bisa melanjutkan sekolahnya dan bermain bersama teman-temannya,” harap Muksin didampingi istrinya, Mukminah.