Penanganan 12 TKA Tiongkok di Labuhan Haji Berpeluang Dihentikan

Dermaga Labuhan Haji Lombok Timur

Kabar
Typography

LOMBOKita - Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan kartu izin tinggal terbatas oleh 12 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok berpeluang dihentikan.

"Ada peluang untuk dihentikan, karena sejauh ini belum ada ditemukan indikasi penyalahgunaan izin untuk bekerja di darat, seperti apa yang dilaporkan masyarakat," kata Kepala Seksi Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rahmat Gunawan kepada wartawan, Rabu.

Yang ditemukan tim penyelidik, seluruh TKA asal Tiongkok tersebut hanya bekerja di atas Kapal Cai Jun I sebagai kru untuk melaksanakan proyek pengerukan pasir laut di wilayah Dermaga Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

"Jadi berdasarkan hasil pemeriksaannya, dugaan mereka bekerja untuk pemasangan pipa di darat itu tidak ada," ujarnya.

Untuk itu, Rahmat Gunawan menegaskan, penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan kartu izin tinggal terbatas (KITAS) ke-12 TKA asal Tiongkok ini kemungkinan akan dihentikan oleh tim penyelidik.

Namun, pihaknya dikatakan akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap 12 TKA asal Tiongkok tersebut. Hal itu dilakukan guna memperkuat status penyelidikannya.

"Pemeriksaan ini sifatnya tambahan saja dan kita jadwalkan hari ini," kata Rahmat Gunawan.

 

Baca berita terkait:

Imigrasi Mataram Segera Rampungkan Pemeriksaan 12 TKA Asal Tiongkok

Imigrasi Mataram Periksa Sponsor 12 Pekerja Tiongkok

Imigrasi Mataram Sita 12 Paspor Pekerja Labuhan Haji Asal Tiongkok

 

Petugas Kantor Imigrasi Mataram telah menyita ke-12 paspor milik TKA asal Tiongkok tersebut karena diduga telah melanggar Undang-Undang Keimigrasian tentang perizinan.

Penyitaan itu berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa ke-12 TKA asal Tiongkok tersebut ikut bekerja dalam proyek pemasangan pipa di sekitar kawasan dermaga Labuhan Haji.

Menindaklanjutinya, petugas Kantor Imigrasi Mataram kemudian menyita paspor dan melakukan pemeriksaan terhadap 12 TKA asal Tiongkok maupun pihak sponsornya.

Namun dari hasil pemeriksaan, ke-12 TKA asal Tiongkok ini hanya mengantongi KITAS perairan yang secara resmi dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Kalau hanya bekerja di atas kapal, mereka punya kemudahan khusus. Cukup dengan mengantongi KITAS perairan, mereka sudah bisa bekerja di wilayah perairan (Indonesia) mana saja, namun itu tadi, tidak boleh turun ke darat," katanya. (ant)