Polres Lombok Tengah Bentuk Satgas Persekusi

Kabar
Typography

LOMBOKita – Kepolisian Resor Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat membentuk Satuan Tugas (Satgas) persekusi atau perbuatan sewenang-wenang kepada orang lain dengan cara disakiti ataupun ditumpas.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rohman menjelaskan, aksi-aksi persekusi harus dicegah. Apa yang terjadi di daerah lain, tidak boleh terjadi di Kabupaten Lombok Tengah.

Satgas Persekusi ini dibentuk, kata Kapolres, agar aparat tidak bertindak layaknya pemadam kebakaran. “Jangan seperti pemadam kebakaran, baru bertindak kalau sedang terjadi kebakaran,” kata Kapolres usai memberikan pengarahan kepada tim persekusi di halaman Mapolres setempat, Selasa (6/6/2017).

Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilur Rohman saat memberikan pengarahan kepada tim satgas persekusi

 

Menurut Kapolres, yang berhak untuk melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap seseorang hanyalah aparat penegak hukum, termasuk aparat kepolisian.

Dibentuknya Tim Satgas Persekusi ini, kata Kapolres, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. sebab, potensi persekusi bisa saja terjadi.

“Tim Satgas ini untuk mengantisipasi sejak dini segala kemungkinan dan potensi terjadinya persekusi di tengah-tengah masyarakat,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Refles P Girsang.

Dalam tim satgas ini, Polres Lombok Tengah melibatkan 20 orang anggota yang terdiri dari Satuan Reskrim, Satuan Lantas dan Satuan Sabhara.

“Tim ini akan bekerja sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan,” kata Kapolres.

Kapolres menghimbau agar masyarakat tidak segan-segan memberikan laporan kepada aparat keamanan jika mengetahui adanya kemungkinan gangguan kamtibmas di sekitarnya.