Walikota Mataram Sebut Masih Ada Lingkungan Rawan Narkoba

Kabar
Typography

LOMBOKita - Walikota Mataram H Ahyar Abduh mengakui hingga saat ini masih ada lingkungan rawan peredaran narkoba yang belum dapat tertangani secara maksimal di kota itu.

"Di lingkungan tersebut, peredaran narkoba berlangsung secara eksklusif, tertutup serta cukup terlindungi karena berada di gang-gang kecil di tengah wilayah pemukiman," kata wali kota tanpa menyebut nama lingkungan yang dimaksud di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Pernyataan itu disampaikannya saat menerima Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat Brigjen Pol Sukisto didampingi segenap jajaran BNNP NTB, yang baru menjabat.

Karenanya, Pemerintah Kota Mataram tengah berupaya mencari jalan keluar salah satunya untuk dapat membuka akses jalan selebar 6-8 meter, memberi penerangan jalan yang cukup, sehingga peredaran narkoba dapat dibendung di wilayah rawan tersebut.

"Kita berkomitmen terus melakukan upaya pencegahan meskipun tidak mudah, karena kasihan anak-anak bisa jadi korban," katanya.

Apalagi, lanjutnya sasaran penyalahgunaan narkoba saat ini sudah tidak lagi melihat batasan umur dan profesi, semua bisa terkena dampak negatif tersebut.

Karenanya, di hadapan seluruh pihak yang hadir, wali kota menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam upaya pemberantasan narkoba.

Wali Kota berharap dengan adanya pejabat baru dapat semakin meningkatkan semangat semua pihak dalam upaya mewujudkan komitmen bersama "Perang Terhadap Narkoba".

"Kita terus bekerja sama, berupaya untuk bisa mengurangi dan mencegah, sampai nanti bisa memberantas narkoba secara keseluruhan. Itu pioritas kita," katanya menegaskan.

Walikota menyampaikan mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja di NTB, termasuk di Kota Mataram kepada Kepala BNNP NTB beserta segenap jajarannya.

Kunjungan Kepala BNNP NTB beserta segenap jajarannya tersebut dalam rangka silaturahmi, memperkenalkan diri setelah resmi menjabat sebagai Kepala BNNP NTB menggantikan Kombes Pol Sriyanto yang saat ini menjabat sebagai Auditor Muda Inspektorat I Ittama BNN Pusat.

Dikatakan Sukisto yang sebelumnya merupakan Kepala BNNP Papua, dirinya mengakui bahwa tugas yang kini diembannya di NTB relatif lebih ringan karena dirinya melihat kultur masyarakat di NTB yang cenderung lebih terbuka.

Namun Sukisto yang resmi dilantik sebagai Kepala BNNP NTB pada 29 November 2016 dan mulai efektif bekerja sejak serah terima jabatan pada tanggal 20 Desember 2016 ini tetap mengharapkan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk dari para kepala daerah yang ada di NTB agar dapat bergerak dalam pemberantasan narkoba lebih cepat lagi.

"Untuk pemberantasan narkoba tidak ada ego sektoral, semakin banyak pasukan semakin baik. Semakin banyak yang berhasil ditangkap makin sedikit juga yang beredar," ujarnya. (ant)