WTP Keenam NTB Kado Ulang Tahun TGB

Kabar
Typography

LOMBOKita – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun ini kembali meraih penghargaan berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Opini WTP berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan yang dilakukan BPK RI terhadap laporan keuangan tahun 2016 pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat dengan pertimbangan kesesuaian terhadap standar akuntansi pemerintah, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektivitas sistem pengendalian internal.

Perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian ini diraih pemerintah provinsi NTB secara berturut-turut enam kali terhitung sejak tahun 2011 yang lalu hingga LHP tahun 2016.

Penyerahan penghargaan opini WTP kali ini pun menjadi istimewa lantaran bertepan dengan hari lahir Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi yang ke-45. Karenanya, perolehan WTP ini juga seakan menjadi kado ulang tahun bagi gubernur yang kerap dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) ini.

Diketahui, TGB Zainul Majdi diketahui lahir di Pancor Lombok Timur pada 31 Mei 1972. Putra ketiga dari pasangan HM Djalaluddin, SH seorang pensiunan birokrat Pemerintah Provinsi NTB dan ibu kandung Hj. Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri dari pendiri organisasi Nahdlatul Wathan (NW).

Selamat Ulang Tahun Pak Gubernur, semoga selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar senantiasa menjadi lampu penerang dan penyejuk di Bumi Gora serta nusantara ini.

Piagam penghargaan Opini WTP keenam Provinsi NTB ini diserahkan Anggota VI BPK Harry Azhar Aziz di Kantor DPRD NTB, Rabu tanggal 31 Mei 2017.

"Alhamdulillah penyampaian laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi NTB tahun 2016 dapat kami serahkan anggota VI BPK kepada Ketua DPRD dan juga gubernur dengan tepat waktu," kata Azhar Aziz dalam sidang istimewa DPRD NTB.

Ia menjelaskan, laporan keuangan Pemprov NTB tahun anggaran 2016 merupakan laporan keuangan kedua yang disusun pemprov dengan menggunakan metode basis akrual sebanyak tujuh laporan, meliputi laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.