Dituding Intervensi Sekolah Beli Barang, Kabid Dikdas Lotim Membantah!

208
kali tampilan.
Loading...

LOMBOKita – Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, H Abasti dituding melakukan intervensi Kepala Sekolah untuk pembelian bahan pembangunan maupun rehab sekolah, pembangunan laboratorium maupun perpustakaan, seperti baja ringan, mebeler dan lainnya.

“Kabid Dikdas ini, kalau di lapangan dia jualan baja ringan di hampir semua sekolah, jualan mebel, jualan genteng, dan jualan kusen,” ungkan beberapa sumber yang minta identitasnya tidak disebut.

Bahkan, katanya, Kabid Dikdas memaksa kepala sekolah untuk membeli baja ringan, tanpa spek maupun jaminan teknik, tanpa hitung statuta kekuatan dan garansi sesuai RKS atau bestek.

Terkait tudingan itu, Kabid Dikdas Dinas Dikbub Lombok Timur H Abasti membantah tudingan terkait pemaksaan atau pengaturan pembelian bahan material untuk pembangunan sarana sekolah di daerah itu.

“Tidak benar. Kami tidak pernah memberikan perintah kepada siapapun, apalagi mengintervensi sekolah menggunakan pihak lain dalam pengadaan bahan material pembangunan atau rehab sekolah,” tegas H. Abasti.

Loading...

Menurutnya, pembelian itu wewenang pihak sekolah untuk menggunakan jasa pihak lain dalam pengadaan bahan material, seperti baja ringan untuk atap dan lain-lainnya.

“Kami hanya sebatas memperkenalkan, selebihnya sekolah yang menentukan apakah mereka memakai pihak ketiga atau tidak, “kilahnya.

Abasti mengungkapkan, anggaran DAK SD yang dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah senilai Rp26 miliar untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), Perpustakaan Sekolah, rumah dinas guru serta jamban sekolah.

Terkait pemberhentian fasilitator DAK SD, Abasti menganggap mereka tidak menjalankan fungsinya sebagai tim dalam pengawasan pekerjaan.

“Kami sudah mengangkat fasilitator lain untuk pengawasan yang lebih efektif, sehingga pekerjaan bisa berjalan lancar dan tidak menemui kendala seperti yang terjadi sekarang ini,” ujarnya.

Abasti juga menegaskan bahwa progres pelaksanaan DAK swakelola secara keseluruhan hampir mencapai 80 persen. Meski di beberapa sekolah pengerjaannya masih terkendala dengan belum cairnya tahap ke 2.

“Tahap pertama dana yang telah dicairkan baru 30 persen. Rencananya, tahap kedua 40 persen. Keterlambatan pencairan tersebut lebih disebabkan karena pengurusan administrasi dilakukan secara kolektif,” jelasnya.

1 KOMENTAR

  1. Istilahnya yang benar Kabid Pembinaan SD, sebab di Dinas Dikbud Lotim ada Bidang Pembinaan SD,Bidang Pembinaan SMP, Bidang Pembinaan Ketenagaan dll

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.