#KarenaPemudaItuAku

Ditulis oleh M. Rajabul Gufron, Awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP

61
kali tampilan.

LOMBOKita – Dari dulu sampai sekarang, pemuda selalu menjadi primadona kehidupan. Begitu banyak tokoh yang telah mengungkapkan betapa berharganya identitas kaum muda. Mereka memiliki kekuatan otot dan otak untuk berfikir dan memaksimalkan kaki-tangannya dalam melangkah dan menggapai setiap asa yang dicitakan.

Dalam goresan tinta sejarah politik bangsa Indonesia, pemuda memiliki andil yang begitu besar dalam mendobrak tirani dan rezim yang tidak memiliki keberpihakan kepada masyarakat. Namun realita saat ini bukanlah seperti pada masa pergerakan, masa orde baru, dan masa reformasi.

Betapa tidak, mayoritas kaum muda di Indonesia saat ini menganggap bahwa politik itu sebagai urusan orang tua, urusan usang yang tidak perlu diperhatikan. Sedangkan saat ini kaum muda masih sibuk dengan urusan pribadi dan berjalan secara individualistis untuk mencari kesenangan sementara dan tidak terpikirkan dengan kondisi sekitarnya.

Apatisme semacam ini kemudian selalu menimbulkan kekecewaan ketika kita salah dalam menentukan pilihan kepada salah satu oknum anggota legislatif (DPR) yang terjerat kasus kejahatan seperti korupsi misalnya.

Loading...

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka kita harus mulai peduli dan bergerak mengambil bagian atau turut andil menjadi pemilih yang cerdas untuk menyuarakan representasi kita kepada perwakilan anggota legislatif yang tepat, yang memahami tugas dan fungsinya sebagai pengemban amanah rakyat. Seperti yang dikutip dari tulisan Yayan Hidayat (2018) bahwa representasi memiliki tiga konsep utuh yang menaunginya.

Yang pertama adalah Pictorial Representation, yakni mereka yang dipilih untuk mewakili harus serupa dengan yang diwakilinya. Artinya adalah anggota legislatif harus sejalan satu visi dan satu misi dengan konstituennya.

Yang kedua adalah Theatrical Representation, yakni yang terpilih untuk mewakili masyarakat harus mampu berbicara, menafsirkan dan memiliki keberpihakan kepada yang dia wakili.

Dan yang ketiga adalah Juridical Representation, yakni yang mewakili harus bertindak atas nama yang diwakilinya untuk mewujudkan kepentingan bersama.

Ketiga konsep tersebut akan tercapai ketika ada kesamaan prinsip kohesivitas sosial dan budaya masyarakat dengan orang yang akan ditunjuk sebagai representasi mereka.

Untuk itulah, jika anda memiliki gagasan dan mampu bersikap adil, maka lakukanlah perubahan secara aktif di pemerintahan dengan menjadi pelaku eksekutif. Jika anda memiliki kemampuan untuk mengemban aspirasi masyarakat, maka jadilah bagian dari Partai Politik untuk terlibat langsung di legislatif. Namun jika anda tidak menginginkan keduanya, maka cukup dengan berpikir kritis dan tidak apatis terhadap Indonesia dan lingkungan sekitar anda.

Amanahkan suara anda kepada salah satu kader terbaik yang menurut anda tepat

Jangan pernah putus asa dengan segudang problematika yang masih menimpa bangsa ini.

Jadilah kaum muda yang mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan sekitar anda, karena tidak pernah luput dari ingatan bahwa PEMUDA pernah mencetak sejarah perubahan besar. Dan saat ini kita tunjukkan kembali, dengan menjadi pemuda yang menuntut perubahan, dengan menjadi pemuda yang menciptakan perubahan.

Jadilah sumber daya terbarukan untuk Indonesia yang lebih maju! #KarenaPemudaItuAku

M. Rajabul Gufron
Alamat : Pringgarata, Lombok Tengah, NTB. Pekerjaan : Awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.