Karir Bang Zul, Jadi Ketua Senat UI Hingga DPR RI

94
kali tampilan.

LOMBOKita – Tak banyak warga NTB yang berkesempatan mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia (UI). Kala itu, sekitar tahun 90an. Tapi, dengan bekal undangan, seorang putra daerah asal Sumbawa, Zulkieflimansyah mendapat kesempatan meraih gelar sarjana di kampus kuning itu.

Sebagai seorang yang berstatus putra daerah, Bang Zul, sapaan akrabnya saat ini mengaku ada rasa bangga bisa masuk UI.

“Waktu itu kebetulan saya dapat undangan dari UI sebagai putra daerah, siswa yang berprestasi di daerah masuk ke UI, itu ada rasa banggalah. Dari daerah masuk ke salah satu universitas terbaik di negeri ini,” tutur Bang Zul dalam sebuah talkshow bersama Peter F. Gontha, 2006 silam.

Pekerjaan orang tua, yang juga bekerja di kejaksaan di Sumbawa Barat tidak membuat Bang Zul minder. Ia tak menampik adanya kritikan kala itu terhadap profesi-profesi aparat penegak hukum yang dianggap melakukan jual beli keadilan di negeri ini. Itu dianggapnya bukan beban, melainkan sebatas persepsi yang membayangi para pegawai yang bergelut dalam bidang hukum.

Selama menjadi mahasiswa UI, Bang Zul pernah mendapatkan kesempatan berharga menduduki posisi sebagai Ketua Senat Mahasiswa (Kini bernama BEM UI). Posisi yang kala itu dipandang sangat elite di kalangan mahasiswa.

Perubahan pola pemilihan Ketua Senat UI didorong oleh perubahan kesadaran kolektif elit kampus. Bahwa, kepemimpinan di tingkat bangsa itu mengalami kemandekan luar biasa karena tidak ada proses pembelajaran kepemimpinan sejak di tingkat kampus.

“Tidak ada pemimpin yang betul mengakar, yang punya sosialisasi yang hebat di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu pemimpin itu harus melalui pemilu langsung, jadi one student one vote waktu itu. Ya teman-teman melihat mungkin dari segi indeks prestasi cukup baik, pengalaman kemampuan. Untuk pertama kali saya menjadi Ketua Senat waktu itu dan dipilih secara langsung oleh mahasiswa,” tuturnya.

Menjadi Ketua Senat Mahasiswa di UI, diakui Bang Zul selayaknya memimpin replika Indonesia. Ada banyak pencerahan yang didapatnya, dari bergaul dengan mahasiswa luar biasa kaya. Pada saat yang sama, juga belajar rendah hati saat bertemu dengan mahasiswa yang benar-benar tidak mampu. Semuanya komplet didapatkannya di UI.

Berbekal pengalaman tersebut, usai menyelesaikan gelar doktor di luar negeri dan kembali ke Indonesia, Bang Zul menemukan rekan-rekannya bergelut di bidang politik dengan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kala itu bernama Partai Keadilan. Karena memiliki semacam kewajiban moral dengan rekan-rekannya, Bang Zul akhirnya bergabung dengan diawali sebagai Ketua Departemen Ekonomi di DPP.

“Dan ketika pemilu 2004, I was born in Sumbawa, memang asli Sumbawa, tapi karena saya tinggal di BSD Tangerang saya mewakili Kota Tangerang dari Provinsi Banten untuk ke DPR RI. Kebetulan masuklah jadi anggota sampai sekarang,” bebernya.

Begitulah perjalanan karir Bang Zul, berawal dari Ketua Senat Mahasiswa hingga berhasil menduduki kursi Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI dan mengabdi di Senayan dari 2004 hingga 2017.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.