Kasus Prona Pringgabaya Utara Masuk Penyidikan

Kasi Pidsus Kejari Selong Iwan Gustiawan

LOMBOKita – Kasus dugaan pungutan liar Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Desa Pringgabaya Utara, Kabupaten Lombok Timur, masuk tahap penyidikan, kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Selong Iwan Gustiawan.

“Karena dari gelar perkara yang dilaksanakan pada pekan lalu, ada ditemukan bukti permulaan yang cukup sehingga kasusnya kami tingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya di Mataram, Kamis.

Namun, peningkatan status penanganan perkara itu tidak bersama dengan penetapan tersangka.

Ia menjelaskan penetapan tersangka dipastikan setelah alat bukti dalam proses penyidikan memenuhi unsur pidana.

Penanganan kasus dugaan pungli Prona di Desa Pringgabaya Utara muncul dari laporan masyarakat setempat.

Dalam laporan, katanya, program pemerintah yang dikeluarkan dengan tujuan membantu masyarakat dalam percepatan proses penerbitan sertifikat tanah secara terpadu itu diduga telah disalahgunakan oleh oknum aparatur desa setempat.

Dugaan pungutan liar muncul dalam pengurusan sertifikat tanah pada 2015. Hal tersebut mengakibatkan banyak dari warga setempat dilaporkan menjadi korban.

“Awalnya kasus ini dilaporkan masyarakat kemudian ditindaklanjuti oleh intelejen. Setelah proses pengumpulan data dan keterangan dari sejumlah pihak desa setempat, awal Agustus kemarin hasilnya diserahkan kepada kami,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, pada pertengahan Agustus 2017 kasusnya masuk dalam tahap penyelidikan Pidsus Kejari Selong.

“Jadi terhitung sejak pekan kedua di bulan Agustus kasusnya sudah masuk tahap penyelidikan kami dan pekan lalu naik penyidikan,” ucapnya.

Komentar Anda