Kaum Muda Tak Perlu Alergi Politik

52
kali tampilan.
Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana memberikan materi dalam acara XL Future Leaders Youth Town Hall pada tanggal 14 Mei 2018 di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Kampus B Universitas Airlangga (Unair)

LOMBOKita – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengajak kaum muda untuk tidak alergi politik. Menurutnya, selama ini politik menjadi pelarian mereka yang gagal masuk dunia kerja, termasuk sebagai PNS, dokter, bisnis dan lainnya.

“Masuk partai politik sebagai pelarian dan berujung rusaknya tatanan politik,” kata Whisnu Sakti Buana saat menjadi pemateri pada acara Youth Town Hall yang digelar PT XL Axiata, di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Senin (14/5/2018).

Menurut Whisnu, mahasiswa, pelajar, kaum muda jangan apatis bicara politik. Dari politik bisa raih kekuasaan. Tak ada jalan lain untuk meraih kekuasaan selain lewat politik.

“Di bumi tercinta ini yang masuk politik banyak yang gagal di bidang lain, sebagai usahawan, sebagai dokter,” kata Whisnu Sakti.

Pria yang menerjuni politik praktis sejak berstatus mahasiswa ini mengingatkan bahwa jika semakin sedikit orang baik dan berkompeten terjun ke politik sejak awal, maka semakin sedikit pula pemikir baik bangsa ini.

Kepada mahasiswa. Wisnu mengingatkan para tokoh-tokoh muda pra kemerdekaan yang menjadi politisi. Soekarno, Moh Yamin, Bung Tomo dan lainya yang ketika itu muda, masuk golongan pemuda. Melalui jalan politik, mereka tertempa menjadi pemimpin handal, menjadi negarawan, dan kemudian memimpin perjuangan serta menyatukan bangsa. Mereka memimpin perjuangan dan memerdekakan Republik Indonesia.

“Karena itu anak muda jangan apatis politik. Jangan anggap politik itu kotor, politik itu ilmu, politik itu suci. Yang kotor itu orangnya, yang jahat manusianya,” pungkas Whisnu.

Apabila kaum muda ingin mengubah sistem, maka harus masuk ke dalam. Apabila ingin mengubah dari luar diperlukan ekstra power

Sementara itu, Ketua Pusat Informasi dan Humas sekaligus pakar politik Unair Suko Widodo mengatakan minimnya ketertarikan kaum muda pada politik bukan saja terjadi di Indonesia.

“Di Malaysia contohnya, yang tua kembali terpilih. Mahathir Muhammad masih turun tangan,” kata Suko.

Karena itu, Suko melihat perlunya anak muda untuk menjadikan dunia politik praktis sebagai salah satu pilihan dalam berjuang.

Selain itu dalam acara ini hadir juga sebagai pembicara, yaitu Bapak Agus Imam Sonhaji, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Surabaya, Bpk Firzan Syahroni, Redaktur Politik Jawa Pos Koran dan sosok pemuda yang mau bangkit untuk dunia politik dengan mendirikan Indonesia Berbicara yaitu Kevin Tan.