Kekhawatiran Menkes RI Jadi Kenyataan Terhadap Korban Gempa

217
kali tampilan.

LOMBOKita -Kekhawatiran Menteri Kesehatan,RI,Prof.Dr.dr.Nila Djuwita F Moeloek,SpM akhirnya menjadi kenyataan. Dengan mulainya para pengungsi korban gempa bumi di Kecamatan Sambelia dan Sembalun terserang berbagai macam penyakit seperti diare dan ispa maupun penyakit lainnya yang mengancam para pengungsi.

Baik dikalangan anak-anak,orang tua maupun usia lanjut yang saat ini sedang dalam tenda pengungsian. Hal tersebut dikatakan Menkes RI dalam peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soejono Selong Selasa lalu (31|7).

Dimana Menkes meminta ‎kepada semua petugas kesehatan yang berada di lokasi gempa Bumi sambelia dan Sembalun maupun Kabupaten Lombok Utara untuk mengantisipasi adanya penyakit Ispa dan diare yang bisa menyerang warga di lokasi pengungsian.

Kalau tidak segera dilakukan penanganan atau pertolongan kepada warga yang mengalami penyakit. Akibat gempa bumi yang mengguncang NTB sehingga tentunya harus mendapatkan perhatian yang serius.

Loading...

” Kami sudah ingatkan kepada petugas kita dilapangan untuk mengantisipasi penyakit Ispa maupun diare yang bisa dialami warga pasca gempa di lokasi pengungsian,” kata Menkes.

Oleh karena, Nila Djuwita menekankan untuk tidak terjangkit masyarakat dengan penyakit itu,maka hendaknya langkah antisifasi sangat perlu dilakukan sedini mungkin.

Dengan tentunya memberikan pertolongan bagi masyarakat yang menjadi korban gempa bumi. Apalagi mengidap penyakit tersebut harus segera dibantu pelayanan kesehatannya secara berjenjang dan berkesinambungan.

” Lebih baik mencegah daripada sudah terjadi,maka ini harus menjadi perhatian semua dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa bumi,” tandas Menteri Kesehatan.

Keterangan Foto Warga korban gempa yang ada di pengungsian yang mengalami sakit sedang dilakukan pemeriksaan tim kesehatan dari Kopassus TNI AD.