Kemajuan Kembang Kuning, Bukti Lotim Serius Kembangkan DEWI

253
kali tampilan.
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy (paling depan) mengenakan pakaian adat Sasak saat acara penilaian lomba desa wisata nusantara di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur, Kamis (24/10/2019) / foto: Dok. Humas Pemkab Lotim
Loading...

LOMBOKita – Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur mewakili provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk penilaian tingkat nasional pengembangan wisata desa tahun 2019.

Kepala Desa Kembang Kuning, Lalu Muhammad Sujian menjelaskan, desa yang dipimpinnya itu kini menjadi salah satu desa wisata andalan di daerah itu, dengan beragam sajian paket wisata lokal yang menarik perhatian kalangan wisatawan dalam dan luar negeri.

“Kemajuan yang dicapai Desa Kembang Kuning untuk membangun dan mengembangkan sektor pariwisata konsep lokal (desa) itu, tidak lepas dari peran dan keseriusan pemerintah Kabupaten Lombok Timur dibawah kepemimpinan HM. Sukiman Azmy bersama H. Rumaksi SJ mengembangkan sektor pariwisata,” ucap Lalu Sujian saat dilakukan penilaian desa wisata tingkat nasional, Kamis (24/10/2019).

Selama ini, kata Lalu Sujian, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy telah berupaya melakukan pembinaan pengembangan desa wisata (DEWI) di daerah Patuh Karya itu. Dampaknya cukup besar untuk kesejahteraan masyarakat, terutama di Desa Kembang Kuning yang kini mampu tampil ke level nasional.

“Penghasilan warga setelah adanya desa wisata ini melebihi penghasilan atau pegawai honor,” ucap Lalu Sujian.

Lalu Sujian juga mengungkapkan, kemajuan Desa Kembang Kuning di sektor pariwisata sangat luar biasa. Hal itu dapat dilihat dari segi pendapatan asli desa (PADes) yang mencapai Rp 13 juta lebih per bulan.

Loading...

Desa Kembang Kuning dalam mengembangkan desa wisata, lanjut Lalu Muhammad Sujian, menerapkan konsep local people, sehingga dapat dengan mudah menjual paket wisata konsep lokal tersebut kepada kalangan wisatawan.

Dia menyontohkan, paket kupi siong kete, jika biasanya wisatawan meminum kopi yang sudah jadi dan diseduh langsung hanya akan membayar dengan kisaran harga lima ribuan. Namun jika wisatawan sendiri yang ikut proses penyiongan kupi tersebut sampe ikut menujak (menumbuk), akan dikenakan bayaran berkisar Rp 150 ribu bahkan bisa lebih.

“Begitu pula misalnya, kelapa muda jika diminum langsung akan dikenakan harga Rp 5.000, tetapi jika turis memetik langsung kelapanya akan dikenakan harga Rp 50 ribu,” jelas Lalu Muhammad Sujian seraya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin di tempat itu.

Paket-paket wisata seperti itu, diakui Lalu Sujian, sebagai tawaran paket aneh. Namun, kalangan wisatawan terutama mancanegara justeru lebih suka dengan hal-hal unik dan alamiyah seperti itu.

“Bagi sebagian kita mungkin itu paket aneh, tetapi itulah yang lebih disukai turis,” katanya.

Selain dihadiri Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan sejumlah pejabat daerah itu, penilaian lomba desa nusantara di Desa Wisata Kembang Kuning tahun 2019 itu juga dihadiri Asisten Deputi Kementerian Pariwisata RI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.