Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Terpaksa Beli Air

16
kali tampilan.
ACT DIY menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. Nampak petugas ACT langsung mengisi tandon milik warga

LOMBOKita – Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul saat ini masih mengalami darurat air bersih. Terhitung sampai akhir Oktober 2018, Kabupaten Gunungkidul belum merasakan guyuran hujan. Akibatnya, warga sejak berbulan-berbulan terpaksa mengandalkan pembelian air dari truk tangki untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari.

Merespon keadaan darurat tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama tiga relawan MRI menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu permasalahan kekeringan dan krisis air bersih Gunungkidul pada Selasa (30/10).

Penyaluran air bersih dilakukan di Dusun Krambil, Desa Girisekar, Kecamatan Panggung, pembagian air bersih sebanyak tiga tangki truk berkapasitas 5000 liter telah dibagi-bagikan kepada warga dan dialirkan ke tandon-tandon dan sumur warga.

Pada pertengahan bulan sebelumnya, sebanyak tiga tangki air telah disalurkan untuk warga Dusun Dringo, Desa Girijati, Purwosari. “Menyusul besok rencananya kembali memberikan bantuan air bersih di Kecamatan Saptosari dan Tanjungsari” ujar Kharis Pradana, koordintar Program ACT DIY.

Kekeringan yang terjadi sejak bulan maret 2018 ini sangat dirasakan warga dusun Krambil, Girisekar.

Santusu selaku Kapala Dukuh menyampaikan keluhannya akibat kekeringan yang melanda “Warga rata-rata sudah membeli kurang lebih 18 Tangki dengan harga per-tangki 150-200 ribu. Walaupun sudah ada jaringan PDAM di Dusun Krambil, aliran air sudah lama tidak berfungsi. Selama 7 bulan terakhir hanya mengalir 2 kali dengan debit yang terbatas” ujarnya.

“ACT DIY bersama relawan akan terus memberikan dukungan air bersih sampai Gunungkidul turun hujan, semoga darurat kekeringan di Gunungkidul segera berakhir” tutup Kharis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.