Kemenhan: Kemajuan Indonesia akan Diawali dari Lombok

Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto
Panggung utama Hultah NWDI ke-82 Pancor

LOMBOKita – Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto menegaskan, kemajuan Indonesia akan berawal dari Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut dikatakan Eko Budi Soepriyanto saat menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (Hultah) NWDI ke-82 yang dirangkai dengan Haul ke 20 tahun meninggalnya pendiri NW Maulana Syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di GOR Hamzanwadi Pancor Selong, Ahad (30/7/2017).

Eko Budi Soepriyanto mengatakan, melihat kiprah dan perjuangan organisasi Nahdlatul Wathan (NW) sejak didirikan oleh Almagfurulahu Maulana Syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Pancor Lombok Timur, maka tidak berlebihan jika memberikan penilaian Indonesia akan mengalami kemajuan bersama Nahdlatul Wathan.

“Indonesia akan menjadi negara yang maju, Indonesia akan menjadi negara yang kuat bersama organisasi Nahdlatul Wathan,” ucap Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto yang disambut pekikan Allohu Akbar dari seluruh warga Nahdlatul Wathan yang hadir di acara tersebut.

Karena itu, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto meminta seluruh pengurus dan jamaah NW agar terus menerus mengembangkan diri serta memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan .

“Sekarang tinggal bagaimana Nahdlatul Wathan ini berpikir lebih maju lagi agar benar-benar mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tandas Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan Kementerian Pertahanan RI ini.

Berita terkait:

Jutaan Warga Banjiri Medan Hultah NWDI

Maulana Syeikh Inspirasi Perjuangan Nahdlatul Wathan

Terhadap empat pilar kebangsaan, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan, Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto juga mengatakan, sudah tidak ada masalah lagi bagi organisasi NW. Karena empat pilar kebangsaan itu sudah diterapkan sejak NW didirikan oleh Almagfurulahu Maulana Syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhinneka Tunggal Ika, sudah tidak ada masalah bagi organisasi Nahdlatul Wathan. Tidak perlu diragukan lagi,” kata Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto mewakili Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

Republik Indonesia yang terdiri dari beragam Suku dan Ras serta beberapa kepulauan, menurut Eko Budi Soepriyanto, harus dijaga dengan sebaik-baiknya, tidak hanya mengandalkan aparat TNI dan Polri, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Semangat bela negara dari pulau Lombok, khususnya Lombok Timur sebagai tempat kelahiran organisasi Nahdlatul Wathan harus benar-benar mampu menjawab segala tantangan untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, mewujdukan Indonesia sebagai bangsa yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghafur,” tutup Mayjend TNI Eko Budi.

Komentar Anda