Ketika Banjir Bandang Melanda Daerah Tadah Hujan (Bag. 3-Selesai)

Kerusakan Terparah di Desa Sepit

336
kali tampilan.
Loading...

Menurut catatan masing-masing Camat dari ketiga kecamatan yang dilintasi bencana bandang ini, di wilayah Sakra Barat menurut Camat H. Muhsan, kerusakan berat puluhan rumah warga di Dusun Sukarara hingga dusun Jeropoto bahkan menghantam Embung Raja dan merusak sejumlah areal persawanan di sepanjang aliran berikut mengerus kandang ternak unggas warga.

Dari data yang dihimpun Camat Keruak Mustamin, memasuki wilayah desa Setungkep Lingsar, tak banyak kerusakan yang diderita warga di desa ini. Hanya saja merusak beberapa lahan sawah dan tak sampai merusak perumahan penduduk, karena di desa tersebut tak banyak warga yang bermukim di pinggiran sungai.

Sedangkan memasuki wilayah Desa Sepit pertamakali banjir bandang menggerus puluhan rumah warga di kampung Mengkuwuk, dusun Bon Jeruk. Setelahnya, keganasan air memporak-porandakan 7 unit rumah di mana 4 rumah rusak total dan 3 rumah rusak berat, berikut menjebol puluhan meter tembok pekarangan SDN 2 Sepit dan menghanyutkan ruang Laboratorium MTs NW Sepit hingga seluruh peralatan seisi laboratorium tersebut ikut lenyap.

Belum puas di desa Sepit, aksi keganasan air ini dilanjutkan dengan menggerus sekitar 10 rumah di Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak, serta puluhan ekor ternak kambing. Air Bah ini pula tak lupa nyenggol beberapa rumah di pinggiran sungai desa Senyiur yang letaknya hanya beseberangan dengan desa Mendana.

Ekspedisi pengerusakan oleh banjir ini berakhir di muara pantai Lungkak Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak. Sebelum derasnya air banjir melunak di laut, sempat merontokkan beberapa sisi bangunan perumahan nelayan berikut memutus jembatan orong desa Ketapang Raya.

<–nextpage–>
Total kerusakan yang dicatat Camat Keruak, sebanyak 238 rumah dengan perincian 92 rumah rusak berat dan rusak total, 87 buah rumah rusak sedang, serta 59 buah rumah rusak ringan. Ditambah dengan merusak beberapa jembatan dengan perincian 4 jembatan di desa Sepit, 2 jembatan di desa Setungkep Lingsar dan 2 jembatan di desa Batu Putik.

Sementara itu data yang dilaporkan Camat Jerowaru Lalu Ahmad Zulkipli, banjir mampir pada dua desa di wilayahnya yakni Desa Sepapan dan desa Jerowaru. Kerusakan yang timbul diperincikan 10 rumah (rusak sedang) di desa Jerowaru dan 36 rumah di desa Sepapan terdiri dari 22 rumah rusak berat dan 16 rumah rusak ringan. Berikut merusak jembatan di dusun Penendem di jalur jurusan Keruak Praya dengan kondisi jembatan tak bisa di lalui kendaraan.


Baca artikel terkait:


Menurut Camat, sempat ada dikabarkan 2 orang warga desa Sepapan hanyut namun keduanya ditemukan selamat setelah mengapung hanya dengan berpegang pada galon air meneral sejauh 1 km.

Dari keseluruhan korban, hanya satu orang bocah perempuan yang korban jiwa akibat tertimbun reruntuhan rumahnya karena tak sempat menyelamatkan orang tuanya saat awal bencana datang. Bocah wanita tersebut berumur 9 tahun putri dari Waes Al Qarni yang berumah paling dekat dengan jembatan Lokon Desa Sepit. Di mana di lokasi inilah amukan air banjir terpantau paling dahsyat. Sebab, air bah meluap dari sungai yang kedalamannya 5 m hingga naik setinggi sekitar 1 meter dari atas jalan raya Sepit menuju Lombok Tengah.

Penulis: Lalu Kamil Abubakar – Lombok Timur

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.