Ketua DPRD NTB Disebut tidak Netral Sikapi Perubahan Nama Bandara

543
kali tampilan.
Kedatangan Aliansi Pembela Pahlawan di Gedung DPRD NTB hanya ditemui Kabag Umum, sementara Ketua Dewan dan seluruh anggota tidak berada di kantor
Loading...

LOMBOKita – Niat baik melaksanakan audiensi ke DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Aliansi Pembela Pahlawan berakhir kecewa. Pasalnya, tak seorang pun dari 65 anggota DPRD NTB yang menerima kedatangan aliansi tersebut, Rabu (22/01/2020).

“Ini kantor apa kuburan, kok satupun anggota DPRD tidak ada di kantor sebesar ini. Padahal ini hari kerja,” kata Ketua Aliansi Pembela Pahlawan, Budi Satriyadi dengan geram.

Ia mengungkapkan, DPRD Provinsi NTB tidak menghargai niat untuk menyelesaikan masalah nama bandara, justru kalangan politisi Udayana itu dianggap berat sebelah dalam menangani masalah itu.

Di hadapan Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Provinsi NTB, Aliansi Pembela Pahlawan menyampaikan kekecewaannya terhadap Ketua DPRD Provinsi NTB yang tidak ada di kantor.

“Tidak mungkin semuanya, di waktu yang bersamaan memiliki kegiatan. Kami sangat kecewa. Aksi kami Jumat depan tidak bisa dibendung,” tegas Budi.

Loading...

Pimpinan Pusat Himmah NW, Saipul Fikri yang turut hadir mengungkapkan, Ketua DPRD Provinsi NTB diduga tidak netral menanggapi permasalahan nama bandara.

“Sembilan kabupaten/kota mendukung perubahan nama bandara ini, hanya satu kabupaten yang tidak mendukung, itupun oknum yang punya kuasa. Jika Isvie memperjuangkan oknum tersebut. Tunggu aksi kami Jumat depan,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.